HIPERTENSI

Ns. Satya Putra Lencana RN
Follow me

Apa yang Anda Ketahui tentang Hipertensi?

Secara harfiah berasal dari kata Bahasa Inggris “Hypertension“. Kata “Hyper” berarti ‘Lebih dari / terlalu tinggi’ dan “Tension” berarti ‘Tekanan’. Jadi, Hipertensi adalah suatu kondisi dimana tekanan darah meningkat lebih diatas normal.

Berapa Angka Normal Tekanan Darah?

Menurut American Heart Association/AHA (2017), tekanan darah diklasifikasikan sebagai berikut:

NoKriteriaKeterangan
1Normal120/80 mmHg.
2Meningkat120-129 mmHg
3Hipertensi Tingkat 1130/80 – 139/89 mmHg.
4Hipertensi Tingkat 2140/90 atau lebih tinggi

Apa Penyebab Hipertensi?

Hipertensi bisa disebabkan oleh :

  1. Kehamilan
  2. Kecanduan alkohol
  3. Penyalahgunaan NAPZA
  4. Gangguan ginjal
  5. Gangguan pernapasan saat tidur.

Beberapa faktor yang menyebabkan Hipertensi :

  1. Lanjut usia
  2. Memiliki keluarga yang menderita hipertensi
  3. Memiliki kebiasaan merokok
  4. Jarang berolahraga.

Apa Komplikasi Hipertensi?

Tekanan darah tinggi bisa merusak pembuluh darah dan organ-organ lain di dalam tubuh. Jika dibiarkan tanpa penanganan, hipertensi bisa menimbulkan penyakit-penyakit atau komplikasi serius. Kita kenal dengan 5 C :

Coronary Artery Disease (Penyakit Pembuluh darah jantung).
Hipertensi dapat memicu penyempitan lubang pembuluh darah yang mengakibatkan penggumpalan dan alirah darah terblok (berhenti).

Chronic Renal Failure (Gagal Ginjal Kronis).
Hipertensi yang terus menetap dapat merusak pembuluh-pembuluh darah kecil di ginjal yang menyebabkan kehilangan fungsinya.

Congestive Heart Failue (Gagal Jantung Kongestif).
Hipertensi dapat memperberat daya pompa jantung yang mengakibatkan pembesaran otot-otot jantung.

Cardiac Arest (Henti Jantung).
Pembuluh arteri yang rusak tidak dapat mengantarkan oksigen yang cukup ke jantung dan mengakibatkan henti jantung berkontraksi.

Cerebrovascular Accident (Stroke).
Hipertensi memicu penebalan dan pengerasan pembuluh arteri besar yang pada akhirnya memblok aliran darah menuju otak.

Blood Pressure Complication

Gimana Cara Pengobatan & Pencegahannya?

  • Menjalani gaya hidup sehat dapat menurunkan sekaligus mencegah hipertensi. Beberapa cara yang dapat dilakukan adalah:
  • Konsumsi makanan yang sehat (Kurangi yang berkolesterol, bersantan)
  • Menjaga berat badan ideal.
  • Rutin berolahraga.
  • Berhenti merokok.
  • Obat-obatan : Diuretic, Direct Renin Bocker, ACE Inhibitor, Calsium Channel Blocker, Beta Blocker, Vasodiator.
Baca juga :  BOLEHKAH BERBEKAM PADA SAAT PUASA?

Adakah Obat Herbal Anti Hipertensi?

Menurut penelitian ilmiah ada 49 tanaman yang telah direview dan diuji eksperimental, klinis serta pythochemical. Namun, berikut kami jelaskan tiga diantaranya yang mudah ditemukan di Indonesia :

Annona Muricata (Buah Sirsak)

Bagian yang bisa digunakan : Buah (isi), daun dan kulitnya. Estrak daun buah sirsak dilaporkan dapat menurunkan Hipertensi dengan menurunkan resistensi vaskuler perifer.

Apium Graveolens (Daun Seledri)

Bagian yang digunakan : Daun. Jus seledri secukupnya yang dicampur dengan madu sekitar 8 ons, diminum tiga kali sehari selama satu minggu dilaporkan dapat menurunkan Hipertensi.

Phyllanthus Amarus

Bagian yang digunakan : seluruhnya. Tumbuhan ini bisanya tumbuh di sekitar bebatuan dan pesisir pantai. Pemberian bolus Intravena (IV) ekstrak daunnya (5-80mg/KgBB) pada kelinci berefek signifikan menurunkan tekanan darah. Dalam penelitian lain, tumbuhan ini juga memiliki efek positif untuk pasien Hepatitis B (HBV).

Catatan :
Beberapa pasien hipertensi diharuskan mengonsumsi obat penurun tekanan darah seumur hidupnya. Oleh karena itu, penting untuk melakukan langkah pencegahan sedini mungkin, terutama bila Anda memiliki faktor risiko hipertensi.


Frequently Asked Question (FAQ):

Question 1:

Kenapa kok orang dewasa diatas 50 tahun atau mbah-mbah (baca : ‘Kakek/Nenek) itu rata-rata hipertensi?

(Itu karena semakin menua seseorang maka semakin menua juga fungsi organnya. Mulai ada keluhan di penglihatan, pendengaran, gaya berjalan, berbicara, ginjal dan sebagainya. Dan, termasuk juga fungsi jantungnya. Artinya juga semakin menurun daya kerja jantung dan pembuluh darahnya. Elastisitasnya mulai kendur dan menyebabkan gangguan hipertensi. Tapi, bukan berarti semua karena penurunan fungsi organnya saja. Bisa jadi gaya hidup yang tidak sehat (kurang olah raga, sering konsumsi makanan berkolesterol, minum bersoda, beralkohol dan terpenting akumulasi dari kebiasaan merokok).

Question 2:

Kenapa kok orang setelah olah raga, malah hipertensi?

(Yang disebut hipertensi adalah angka tekanan darahnya diatas normal dan menetap. Untuk orang setelah olah raga atau beraktivitas fisik, secara fisiologi akan mengalami peningkatan tekanan darah, tapi tidak menetap. Itu akan berangsur normal kembali setelah 30 menit istirahat. Misal, kita saat sering naik-turun tangga atau jogging juga mengalami demikian, tapi ini bukan hipertensi)

Question 3:

Kenapa pada ibu hamil, bisa terjadi hipertensi?

(Itu disebut Hipertensi Gestasional. Biasanya muncul setelah kehamilan usia 20 minggu). Faktor risikonya :

  1. Bila Anda pernah mengalami hipertensi sebelum hamil atau saat kehamilan sebelumnya
  2. Memiliki penyakit ginjal atau diabetes
  3. Usia Anda kurang dari 20 tahun atau lebih dari 40 tahun saat hamil
  4. Kehamilan kembar (Gemeli)
  5. Hamil anak pertama
    Question 4:
    Kalau tekanan darah dibawah normal 90/60mmHg disebut apa?
    (Itu namanya Hipotensi. Yaitu tekanan darah kurang dari 100/60 mmHg)

Facebook Comments

29 Comments





























Leave a Reply

Your email address will not be published.