DIALEKTIKA TANPA KATA

Oleh Didit Tri Putranto


Tiada kata, hanya tatapan hangat
Dua jam bersimpuh
Memilin simpul-simpul dari pandang dua buah bola mata
Dan luluh

Tak perlu kata
Hanya berkaca pada sang pembicara lebih pun tak
Dua jam menjalin memori usang yang lama terpendam merajutnya
Dan kembali utuh

Tidak juga membutuhkan penjabaran yang lebih gamblang
Saat raut wajah sumringah mengejawantahkan lebih dari bahasa tutur
Pun terangkum dalam dua jam diantara dialog hati yang coba dipapah ulang
Dan luruh

Satu kata tersulam manis di bibir
Mungkin nanti kan terucap, mungkin
Dalam dua jam kita ber-dialektika, berdialog tanpa kata
Dengan binar candra gerbang jiwa
Diterangi secercah cahaya terpantul dari ceruk di pipi.
Dua jam saja


Tulisan ini telah lulus review oleh editor dan layak publish.
Copyright © Al Right Reserved 2020
Writing Prodigy Academy

Facebook Comments
Latest posts by Writing Prodigy (see all)
Baca juga :  TRAFFIC LIGHT

15 Comments















Leave a Reply

Your email address will not be published.