MANTRA

Oleh Aji Itasda


Seusai mandi hand sanitizer
Sepucuk pesan tanpa baju masuk ke kamar mandi dan menodongkan pisau ke dadaku
Mengancam hati yang jahat agar tak pergi mengunjungi rumahmu

Katanya, “jangan rindu, berat. Biar pemerintah yang tanggung.”
Amboi, rinduku sudah berjajar dari kaki bukit sampai ujung langit
Berbaris rapi menunggu giliran untuk dikecupi bibir pacarku satu persatu
Rindu seberat itu, mana tahan jika harus kupendam sampai dua pekan kedepan
Maka kubalas cepat pesan itu, “tidurlah bersama timbunan beras dan buatlah anak paling lucu.”

Puah! Pesan itu ngacir berhamburan keluar rumah
Selepas itu, lekas aku bisikkan pula pada waktu,
“Jangan takut, seonggok rindu yang kini bercokol di matamu sudah kubasuh menggunakan alkohol dengan kadar lebih dari 75%”

Sambil mengenakan masker yang dijahit dari mukena ibu
Aku pun meramu doa-doa yang kemarin sore kupetik dari beranda toga
Sebagai buah tangan untuk pacarku yang mulai dijangkiti risau

Cinta kita, Dik. Tak akan kubiarkan dikarantina sia-sia
Karna jauh sebelum COVID19 menyebarkan kabar dari kubur
Aku sudah lebih dulu terkapar perih menahan rindu yang kau paparkan setiap malam.


Facebook Comments
Latest posts by Writing Prodigy (see all)
Baca juga :  TRAFFIC LIGHT

10 Comments











Leave a Reply

Your email address will not be published.