MENULIS SEBAGAI AKTUALISASI DIRI

Ns. Satya Putra Lencana RN
Follow me

Proses perjalanan hidup setiap orang itu unik. Ada tawa, tangis, tegang, sedih, lucu sering kali datang tanpa direncanakan. Banyak kisah yang mengandung pelajaran, hikmah, empati, motivasi dan inspirasi yang mengagumkan. Dan setiap orang pasti tidak memiliki hanya satu kisah saja, bisa jadi tentang keluarga, pendidikan, perjalanan karir, hingga survive di negeri orang.

Proses aktualisasi diri beragam caranya. Bisa melalui berolahraga, melalui berorganisasi dan bertemu dengan orang-orang baru, ada yang membaca buku baru, memasak makanan yang belum pernah dimasak, ada yang mencoba bekerja di perusahaan baru dan banyak juga yang menulis untuk jadi buku baru.

Sahabat …

Ingatkah kita bagaimana pertama kali akan bepergian menggunakan pesawat? Kita sangat senang bahwa besok akan terbang jam sebelas siang. Mulai dari booking tiket online, packing barang bawaan, hingga pertama kalinya masuk bandara menuju tempat pengecekan barang (body check), check in, berjalan menuju waiting room dan bolak-balik membuka boarding pass untuk memastikan bahwa kita tidak salah gate saat waktunya akan take off.

Masih ingatkah saat panggilan memasuki pesawat diumumkan oleh pihak bandara bahwa penerbangan selanjutnya atas nama salah satu maskapai disebutkan dan secara spontan kita menjadi pendengar yang baik?. Belum lagi seraya tersenyum-senyum atau justru cemas saat menaiki tangga memasuki ruang kabin penumpang. Klimaksnya cerita ini terjadi saat semua pramugari selesai memberikan instruksi keselamatan dan sang pilot mengumumkan take off position kepada para penumpang. Pernahkah Anda tiba-tiba badan kaku, tangan yang menggigil kedinginan memegang erat-erat penyangga kursi penumpang di samping kanan dan kiri lalu menarik nafas panjang saat pesawat benar-benar terbang. Dan pada akhirnya anda menutup ketegangan itu dengan memberanikan diri melihat ke arah jendela lalu dan meyakinkan diri bahwa Anda benar-benar sedang melayang di udara saat awan mulai nampak di pelupuk mata.

Perjalanan berlangsung lancar. Empat puluh lima menit berlalu tak terasa saat Anda sedang sibuk membaca majalah maskapai yang ada di depan Anda dan mendengar sang pilot kembali mengumumkan bahwa saat ini sedang dalam Landing Position.. Sambil memegang dan memastikan seat belt tetap terkunci rapat, menutup meja lipat lalu Anda menyempurnakan posisi duduk bersiap-siap mendarat di tempat tujuan. Saat pesawat mulai menukik ke bawah, Anda menutup mata dan menyadari bahwa beberapa detik lagi pesawat akan turun dalam keadaan seperti yang diharapkan.

Cerita lucu ini Anda tutup dengan berselfie ria bersama sahabat dan keluarga saat sedang berjalan di tengah landasan menuju ruang transit penumpang. Pernah kan? (Anda boleh tersenyum).

Sahabat …

Contoh diatas adalah sekelumit cerita yang sangat bermanfaat bagi kita, minimal sebagai aktualisasi diri bahwa kita juga ingin berbagi pengalaman bagaimana cara-cara naik pesawat. Bisa jadi suatu saat buku yang kita tulis ini akan dibaca oleh orang banyak dan menginspirasi pembaca, lebih khusus yang belum sama sekali naik pesawat. Bisa jadi suatu saat nanti akan terbit buku pengalaman naik pesawat jilid dua dan menjadi best seller karena isi ceritanya yang lucu, unik dan menginspirasi. Atau minimal kita dikenal oleh orang sebagai penumpang paling lucu yang pernah dikenalnya dan membuahkan ajakan bisnis baru membuat buku dan sebagainya. Sahabat, lalu darimana mereka mengenal kita? Iya tentu dari tulisan-tulisan kita.

Menulis termasuk olah raga jari yang semua orang bisa melakukannya. Ketika melalui berbicara, mungkin kita sulit untuk menyampaikan suatu hal, maka dengan menuliskannya akan lebih mudah diterima, terlebih bahasa penulisan dapat dipertimbangkan dahulu pemilihan kata yang baik dan santun. Risiko bahasa tulisan lebih rendah daripada bahasa lisa yang secara spontan bisa disampaikan. 

Tidak setiap pembicara itu pandai dalam menulis, tetapi rata-rata seorang penulis pandai dalam berbicara. Ketika seorang pembicara seminar terkenal yang biasa menyerap ilmu melalui membaca dan menyalurkannya melalui bahasa lisan akan lebih rentan lupa detil materi yang akan disampaikan. Berbeda dengan seorang penulis yang menyalurkan ilmunya melalui bahasa tulisan. Ia akan lebih ekspresif dan lebih terbuka dalam penyampaian materi. Bahkan ia akan memberikan banyak perumpamaan atau contoh persoalan riil langsung. Tipe pembicara seperti ini saat menyampaikan lebih kaya informasi yang berreferensi valid ketimbang opininya sendiri.

Baca juga :  TULISAN NON FIKSI

Manfaat dari menulis juga menguntungkan dari segi finansial. Jika ada yang berpendapat bahwa menulis adalah pekerjaan yang tidak menjanjikan, maka dia adalah salah. Banyak sekali penulis yang dapat menghidupi dirinya sendiri dan keluarganya melalui tulisan.

Contoh, jika kita sering menulis cerpen, biasanya beberapa majalah akan membayar cerpen yang kita kirimkan dengan harga Rp. 250.000. Bayangkan jika kita menulis empat cerpen dalam satu bulan. Jika kita mengirimkan artikel, maka biasanya beberapa majalah akan membayar kita dengan uang antara Rp. 500.000 sampai dengan Rp.1.000.0000. Bayangkan jika kita mampu mengirimkan empat artikel per bulan. Anda dapat menghitung sendiri berapa keuntungan yang didapat.

Sementara itu, jika kita penulis buku, maka pendapatan kita akan lebih banyak lagi. Di dalam dunia penerbitan ada dua macam pembayaran naskah yaitu sistem beli putus dan sistem royalti. Untuk sistem beli putus, rata-rata penerbit akan membeli naskah kita sebesar Rp. 15.000 hingga Rp. 20.000 per halaman. Jika kita menulis 200 halaman, maka kita bisa mengantongi uang sekitar Rp. 3.000.000 sampai Rp. 4.000.000.

Nah, sistem pembayaran berikutnya adalah sisem royalti, dimana biasanya sistem pembayaran seperti ini diberikan kepada para penulis yang sudah terkenal. Di Indonesia, biasanya royalti diberikan 7 sampai 10%. Adapun cara menghitungnya seperti ini (Nugroho, 2016);

10 x Harga Jual Buku x Jumlah buku yang laku  

            Misal, harga buku kita per eksemplar Rp. 60.000 dan telah laku sebanyak 800 eksemplar. Maka royalti yang akan kita terima adalah 10 % x 60.000 x 800  Rp. 4.8000.000.

            Tapi, meskipun begitu, tidak semua orang menulis dengan tujuan mengejar uang. Sebut saja Okta Aditya, seorang penulis lepas yang juga seorang mahasiswa  Fakultas Bahasa Sastra Universitas Negeri Yogyakarta. Menurutnya, menulis tergantung pada tujuan penulis, jadi tidak semata-mata mengejar uang atau imbalan. Meskipun, kita tidak bisa memungkiri jika uang juga bagian dari supporter kita untuk tetap dan semangat nulis.

            Sahabat …

Aktualisasi diri itu penting. Menurut Teori Maslow tentang keperawatan bahwa aktualisasi diri merupakan bagian dari kebutuhan dasar manusia yang perlu dipenuhi. Mengaktualisasiakn diri dengan menulis bisa menjadi alternatif bagi kita yang tidak bisa atau sulit untuk berbicara di depan umum. Untuk menerapkan konsep ini tentu butuh kesungguhan dan tekad yang kuat dari dalam diri. Meskipun belum bisa menulis seperti penulis-penulis terkenal lainnya, menulis ekspresif dengan tangan juga kaya manfaat.

Terbukti! Berdasarkan penelitian, menulis ekspresif dapat menurunkan tingkat stres seseorang, juga dapat mengurangi efek traumatik bagi anak-anak yang terkena dampak Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) (Rahmawati, 2014). Menulis juga memiliki kontribusi yang sangat signifikan terhadap penurunan depresi ringan pada mahasiswa (Qonitatin, Widyawati, & Yuli, 2012).

Terbiasa menulis juga akan meningkatkan kemampuan kita di dunia kerja, dimana zaman sekarang semua sistem birokrasi sudah beralih ke computerized system atau yang lebih dikenal dengan Paperless. Tuntutan paling mendasar bagaimana sistem paperless ini bisa berjalan dengan baik adalah kompetennya pegawai yang piawai dalam keterampilan mengetik.

Memang, menulis lebih banyak menyita waktu kita berjam-jam untuk fokus menyelesaikan naskah dan lebih sering menyendiri untuk dengan komputer (laptop). Menulis kadang seperti istri kedua, yang mau tidak mau harus dituruti keinginannya segera diselesaikan.

Tidak ada bukti ilmiah maupun empiris yang menyebutkan bahwa menulis dapat berdampak pada seseorang menjadi introvet (pendiam) dan isolasi sosial. Tidak ada fakta dan data yang menunjukkan dampak negatif dari menulis. Jika demikian, tentu tidak akan ada komunitas penulis seperti Laskar Pena dan Forum Lingkar Pena (FLP).

Mengembangkan sayap di dunia kepenulisan bukan berarti harus berhenti atau meninggalkan pekerjaan sebelumnya. Because, writing is free. Menulis boleh dilakukan oleh siapapun, dimanapun dan kapanppun. Menulis adalah cara bagaimana seseorang menerjemahkan bahasa lisannya ke dalam tulisan. Setiap kita dapat memasukkan pengalaman kerja tadi ke dalam tulisan kita dan justru inilah yang membedakan kita dengan penulis lain. Menulis adalah cara menuangkan buah fikiran dan ide-ide kita. Pengalaman menulis juga berpengaruh terhadap kualitas buku-buku yang akan kita terbitkan berikutnya.

Kesimpulannya, adalah keputusan yang tepat beraktualisasi diri dengan menulis. Mau kapan lagi kita memulai? Apalagi yang kita tunggu? Just do it and feel the different! Menulislah dan rasakan perbedaannya!

DAFTAR PUSTAKA

Nugroho, I. R. (2016). Menjadi Penulis Kreatif. Yogyakarta: Notebook.

Qonitatin, N., Widyawati, S., & Yuli, A. G. (2012). Pengaruh Katarsis Dalam Menulis Ekspresif Sebagai Intervensi Depresi Ringan Pada Mahasiswa. Jurnal Psikologi , 9.

Rahmawati. (2014). Menulis Ekspresif sebagai Strategi Mereduksi Stress untuk Anak-Anak Korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan , Vol 2, P. 01.

Facebook Comments

13 Comments


  1. Excellent article. Keep posting such kind of info on your
    page. Im really impressed by your blog.
    Hey there, You’ve performed a fantastic job. I’ll definitely digg it and personally recommend to my friends.

    I am confident they’ll be benefited from this site.












Leave a Reply

Your email address will not be published.