PENTINGNYA MENULIS

Ns. Satya Putra Lencana RN
Follow me

Sahabat Prodigy …

Dengan menulis, kita dapat menyebarkan ilmu yang kita miliki. Ilmu lebih utama dibanding dengan harta. Oleh karena itu, ilmu menjagamu, sementara kamu menjaga harta. Ilmu akan bertambah apabila dibagi-bagikan.

Nah, berikut merupakan pentingnya menulis.

Channeling Creativity (Menyalurkan Kreativitas)

Menulis dapat menyalurkan kreativitas seseorang, orang yang menulis akan lebih bisa menyalurkan apa yang ada dalam pikirannya, seorang pengarang ceritapun akan menulis segala yang ada dipikirannya. Tidak sedikit orang yang memiliki pemikiran luas, akan tetapi tidak bisa menyampaikan apa yang dipikirkannya dengan cara berbicara.

Cara lain adalah dengan menulis apa yang ingin dan ada di pikirannya, Orang yang hebat dalam menyampaikan pendapat atau opini lewat lisan belum tentu bagus dalam menyampaikannya lewat tulisan, begitupun sebaliknya. Kreativitas bisa disalurkan lewat tulisan, seperti gravity, model tulisan atau para pembuat cerita.

Develop Imagination (Mengembangkan Imajinasi)

Kamus besar bahasa Indonesia (KBBI) menjelaskan arti imajinasi, yaitu daya pikir untuk membayangkan (dalam angan-angan). Imajinasi itu hanya ada didalam pikiran kita, dan imajinasi itu akan sia-sia dan tidak berguna sama sekali jika hanya kita pikirkan dalam angan-angan saja.

Tuliskanlah imajinasi, seaneh apapun imajinasi yang ada dalam pikiran Anda, cobalah untuk tuliskan itu semua. Jika imajiinasi itu masih bisa untuk direalisasikan, kenapa tidak? Pesawat terbang adalah salah satu imajinasi manusia pada kala itu yang ingin merasakan terbang dengan imajinasi dan hayalan manusia mampu terbang.

Extensive Knowledge (Memperluas Pengetahuan)

Dengan menulis, mau tidak mau kita harus mencari reverensi tulisan tersebut yang kita bahas dan tulis. Contoh kecil kita ingin membuat suatu artikel tentang bumi, kita tidak tahu apa yang akan kita tulis atau kita hanya mengetahui sedikit tetang bumi.

Akhirnya kita mencari reverensi tentang bumi entah dengan membaca atau menanyakan pada pakar dan ahli. Hal ini tentu saja akan menambah pengetahuan tentang bumi yang tadinya hanya minim pengetahuan.

Semakin sering kita menulis, semakin bertambah pengetahuan kita, mulai dari kosa kata, gaya tulisan. Menulis memaksa kita untuk berpikir lebih keras. Pengetahuan tentang sejarah juga karena catatan, tulisan akan mengingatkan kita jika kita lupa akam suatu hal.

Baca juga :  TANTANGAN MENULIS DI ERA DIGITAL

Writing is Timeless (Menulis untuk Keabadian)

Menulis adalah abadi! maksudnya jika kita menuliskan suatu hal, tentang ilmu yang pernah kita pelajari ilmu itu akan sampai kepada cucu atau bahkan buyut kita karena mereka membaca apa yang kita tulis. Contoh kecilnya,  dulu pada saat kita masih sekolah, kita mencatat apa saja yang ada dipapan tulis yang dituliskan oleh guru.

Sekarang, apakah kita masih ingat dengan ilmu yang guru dulu berikan kepada kita? Jika tulisan kita masih ada maka kita akan bisa mengkaji ulang pelajaran yang diberikan oleh guru kita dulu. Menulis akan membuat kita abadi, bukan kehadiran kita yang abadi, tetapi ilmu atau catatan kita yang akan abadi.

Immortalize the Story (Mengabadikan Cerita)

Inilah salah satu yang harus dilakukan. Budaya buruk dari bangsa Indonesia salah satunya adalah tidak membukukan cerita atau tidak menuangkan sebuah cerita kedalam karya tulis.

Seperti yang kita tahu bahwa kebudayaan yang kental adalah cerita dari mulut ke mulut. Jadi, sebuah cerita yang disampaikan orang satu dan orang lainnya berbeda, bisa berkurang atau bahkan bertambah sehingga kesan cerita dibuat-buat. Banyak sekali cerita yang terdapat di Indonesia, seperti legenda, mitos, dongeng.  Alangkah lebih baiknya apabila seluruh cerita tersebut diabadikan kedalam sebuah karya tulis sehingga isinya tetap dan dapat dibaca secara utuh dari generasi ke generasi.

Inspiring People (Menginspirasi Orang Lain)

Menulis juga menjadi inspirasi banyak orang. Dengan menulis, seseorang akan menemukan inspirasi-inspirasi baru yang belum ditemui dan didapatkan sebelumnya. Inspirasi itu tidak didapat dengan mudah butuh suatu ketenangan dan kenyamanan pikiran.

Banyak sekali faktor yang mempengaruhi terbentuknya inspirasi. Menulis adalah salah satu yang dapat membentuk inspirasi. Jika kita tidak tahu ingin menulis apa, tulis saja apa yang ada dipikiran kita. Seiring dengan menulis, kita akan mendapatkan inspirasi dengan sendirinya.

Terkadang, kita kurang baik dalam menulis. Kita biasanya sombong dengan otak kita yang bisa menyimpan memori dengan banyak. Tapi ingat! Kita mudah lupa. Jika kita sedang sulit mendapatkan inspirasi, kita bisa melihat karya tulisan kita untuk mendapatkan inspirasi.

Earn Money (Menghasilkan Uang)

Menulis bisa menghasilkan pundi-pundi rupiah, contoh saja Asma Nadia. Seorang penulis novel dan cerpen ini bisa hidup berkecukupan dengan menulis. Hasil karya-karyanya bahkan dijadikan film layar lebar. Bukan hanya itu, Jika kita bisa terus menerus berkarya dengan menulis, kita akan dikenal dan terkenal.

Contoh lain Tere Liye, siapa sangka penulis yang memiliki nama asli Darwin ini hanyalah seorang akuntan. Dia hanya hobi menulis. Dia adalah seorang karyawan akuntan. Kerja di kantor. Menulis itu hanya selingan untuk mengisi waktu-waktu kosong.

Becoming a Famous People and Dominate the World (Menjadi Terkenal dan Dapat Menguasai Dunia)

Ini adalah manfaat terakhir dari menulis. Kita akan bisa menguasai dunia hanya dengan menulis. Kita bisa membuat bukti-bukti baru dan membuat sebuah karya tulis baru yang isinya diluar akal “out of the box”. Semua akan penasaran dengan apa yang kita tulis.

Tidak mudah memang, karena yang butuh perjuangan juga. Menulis jangan dipikir mudah, tapi jangan berpikir juga kalau menulis adalah sesuatu yang sulit. Tidak semudah dan sesulit seperti yang kita bayangkan. Mulailah menulis dari hal-hal kecil terlebih dahulu.


Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.