TIPS DAN TRIK MENGGALI IDE TULISAN

Sea Woelandary
Follow me
Latest posts by Sea Woelandary (see all)

Notabene, tulisan yang baik berasal dari ide yang apik dan kreatif. Oleh karena itu, sebagai penulis harus pandai menggali ide dan mengeksplorasinya. Bagaimana caranya?

Mencari Inspirasi dari Cerita yang Sudah Ada

  • Banyak-banyaklah Membaca

Penulis yang baik adalah pembaca yang baik. Dengan begitu, Anda bisa mengikuti tren dalam bidang tulisan yang ditekuni, bisa melihat contoh gaya tulisan penulis lain, sekaligus bisa menemukan ide cerita dari bahan yang Anda baca; baik itu di koran, majalan, buku, atau di internet.

If you wanna be a good writer, let yourself be best reader.

  • Perhatikan Peristiwa yang Sedang Hangat

Jika pembaca menyadari kaitan antara kisah yang Anda tulis dengan peristiwa pada kehidupan sehari-hari, kemungkinan mereka akan lebih berempati dengan karakter yang Anda buat dan lebih menghargai ceritanya.

  • Tonton Film atau TV

Kalau Anda menulis untuk pembaca populer, tontonlah apa yang sedang populer di layar lebar atau layar televisi. Pikirkan topik bergenre sama sebagai film atau acara populer yang seperti itu.

  • Dengarkan Musik

Musisi biasanya menulis dari pengalaman sehari-hari atau dari tema klasik. Bangunlah cerita dari lagu favorit Anda. Dengarkanlah lagu Tupac dan tulis tentang kekerasan geng. Dengarkanlah lagu Joni Mitchell dan tulis tentang masalah lingkungan. Dengarkan saja segala jenis musik walaupun itu bukan genre yang Anda sukai.

  • Lakukan Riset

Kalau Anda tertarik untuk menulis sebuah subjek, pelajari subjek tersebut lebih jauh. Anda mungkin akan menemukan detail menarik yang bisa membentuk inti dari seluruh tulisan kreatif itu.

Memanfaatkan Pengalaman

  • Tanyalah ‘Bagaimana Jika’

Pilih hal yang terjadi pada Anda atau seseorang yang Anda kenal, dan pikirkan apa yang akan terjadi jika keadaannya berbeda.

  • Amati Orang

Pergilah ke area publik tempat Anda bisa mengamati orang datang dan pergi, seperti mal, kafe, atau taman. Saat mengamati mereka, ajukan pertanyaan ala wartawan mengenai mereka kepada diri sendiri. Mereka mau pergi ke mana? Apa yang mereka lakukan? Dari mana mereka berasal? Apakah mereka memiliki keluarga? Apa yang mereka sukai? Apa yang mereka benci?

  • Catat Pengalaman

Entah Anda menyebutnya catatan, jurnal, atau buku harian, menulis pengalaman sehari-hari dengan orang lain, tempat baru, peristiwa tertentu, akan memberi Anda sumber tertulis sebagai bahan cerita untuk kapan-kapan. Semakin banyak detail yang Anda masukkan ke dalam jurnal, semakin banyak pula detail yang bisa Anda ambil dan masukkan ke dalam cerita. Dengan begitu, ceritanya akan lebih meyakinkan.

  • Berkumpul Bersama Penulis Lain

Meluangkan waktu bersama penulis lain, baik dengan berpartisipasi dalam kelompok menulis maupun dengan mengambil kelas menulis kreatif, akan memberi Anda kesempatan untuk memperoleh ide dan dukungan dari mereka. Sudut pandang orang lain mungkin bisa menyemangati Anda untuk mengeksekusi ide yang sudah berputar-putar di dalam kepala, dan mulai menulisnya. Atau Anda bisa saling bertukar ide cerita dengan sesama rekan penulis. Tukarlah ide yang tidak bisa Anda kembangkan dengan ide yang tidak bisa mereka kembangkan. Siapa tahu Anda justru bisa menggarapnya.

Baca juga :  SEJARAH DUNIA MENULIS

Mencari Ide dengan Bebas

  • Memanfaatkan Pengantar Cerita

Dalam beberapa kasus, Anda tidak perlu membuat kerangka dari awal. Orang lain telah membuat daftar kisah-kisah yang hebat untuk dikembangkan. Pengantar cerita atau petunjuk cerita adalah skenario atau frasa pratulis yang bisa Anda gunakan sebagai titik awal untuk memulai cerita. Anda bisa menemukannya dalam bentuk latihan di kelas-kelas menulis, di laporan berkala kelompok menulis, atau di internet.

  • Gunakan Asosiasi Kata (Pohon Kata)

Pilihlah sebuah kata (contoh: perkebunan, presiden, kapur, lapar, anak, dll.). Apa pun kata yang Anda pilih, tidak jadi masalah. Lalu tulis sebanyak mungkin kata yang berhubungan dengan kata pertama yang Anda pilih.

  • Bangun Cerita dari Elemen yang Dipilih Secara Acak

Ambil nama seseorang atau sebuah tempat dari koran, buku telepon, atau dari mana pun; kemudian bayangkan bagaimana rupa dia.

  • Bangun cerita latar belakang.

Untuk seorang tokoh, cerita latarnya ini termasuk informasi tentang jenis pekerjaan dia, teman-teman, keluarga, cita-cita, dan rasa takutnya. Untuk tempat, Anda bisa membahas area geografisnya, sejarah lokal, populasi, dan satwa liar yang ada di sana. Kemudian, tambahkan elemen konflik, masalah yang menimpa si tokoh atau yang terjadi di tempat yang Anda buat. Bangun cerita tentang apa yang terjadi pada akhirnya.

  • Menulis terbalik.

Sebagai alternatif, Anda mungkin sudah tahu akhir ceritanya. Sekarang, buatlah alasan yang masuk akal, kenapa si tokoh merasa sangat marah. Pilih kemungkinan yang paling menarik dan kupaslah. Gambarkan kejadian yang memicu kemurkaan dan peristiwa sebelumnya yang mengarah ke sana. Tambahkan detail pada setiap tahap sampai semua elemen cerita komplit.

  • Berpura-pura Seolah Sedang Mengisahkan Cerita Kepada Orang Lain

Alih-alih berusaha menulis cerita dengan buru-buru, berpura-puralah seolah Anda sedang bercerita kepada orang lain. Entah dengan membuat percakapan di dalam pikiran atau dengan berbicara di depan alat perekam. Pikirkan pertanyaan apa yang mungkin akan diajukan oleh orang lain tentang ide atau cerita Anda. Tulis hasil percakapannya.

  • Pikirkan Pembaca Anda

Anda menulis cerita ini untuk siapa? Anda tentu akan memilih topik yang berbeda untuk orang dewasa dan untuk anak, untuk kaum terpelajar dan orang awam, atau untuk pria dan wanita. Pikirkan preferensi pembaca Anda, dan mulailah dari sana.

  • Ketahui Tujuan Anda Menulis

Apakah Anda mencoba untuk menghibur? Apakah Anda ingin memberikan informasi? Jika Anda bisa mengidentifikasi kenapa Anda menulis hal itu, Anda bisa mengembangkan inspirasi awal tersebut menjadi sebuah cerita.

Merancang Strategi Jeda

  • Cobalah Menulis Dua Karya yang Berbeda

Jika Anda kesulitan mencari ide untuk cerita tertentu, cobalah mengerjakan kisah yang lain, menggarap bagian cerita yang berbeda, atau bahkan menulis jenis naskah yang sama sekali beda. Siapa tahu beban Anda akan terlepas jika berhenti berkutat dengan tulisan yang itu-itu saja. Dengan begitu, Anda nanti bisa kembali mencari ide untuk cerita tersebut.

Jika Anda sedang menggarap ide cerita pendek, berhentilah dan tulis sebuah puisi, tulis tinjauan mengenai sebuah acara televisi, atau tulis saja daftar kata. Lebih baik Anda terus berusaha mengalirkan ide dan menulis apa saja, daripada merasa frustrasi dengan diri sendiri.

  • Beristirahatlah dari Menulis Selama Beberapa Lama

Anda tahu kapan inspirasi akan datang. Menjauhlah dari kertas atau papan ketik. Otak Anda akan terus memutar ide atau mencari inspirasi dari segala hal. Walaupun Isaac Asimov menulis selama 10 jam per hari, 7 hari seminggu, dia masih meluangkan waktu untuk menghadiri konvensi fiksi ilmiah, terus berkorespondensi dengan teman-temannya, bahkan berkencan.

  • Berolahraga

Jika Anda merasa mentok saat mencari ide, habiskan beberapa menit untuk melakukan kegiatan fisik barang sebentar, entah berolahraga ataupun melakukan pekerjaan rumah tangga yang membutuhkan tenaga. Setelah itu, Anda akan merasa lebih siaga dan ide akan datang dengan lebih mudah.

  • Tidur Siang

Jika berolahraga hanya akan membuat badan lelah, mungkin lebih baik Anda tidur siang. Tidur singkat selama 30 menit atau kurang, sudah cukup untuk mengistirahatkan tubuh dan mungkin cukup untuk membuat ide kembali berdatangan. Sedangkan terlelap hingga 90 menit akan membuat Anda memasuki kondisi tidur REM dan memungkinkan Anda memimpikan ide cerita.

Manfaatkan mimpi. Jika Anda baru saja bermimpi dan masih mengingatnya, tulislah ide dari mimpi tersebut pada selembar kertas dan campur-adukkan dengan apa pun yang Anda inginkan atau apa pun yang menurut Anda cocok. Dengan begitu, Anda akan memiliki ide untuk sebuah cerita nanti.


Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.