UNIKNYA DUNIA MENULIS

Uniknya Dunia Menulis

Menulis adalah hobi, menulis adalah pekerjaan dan menulis adalah kegiatan produktif. Beberapa orang menulis didedikasikan untuk anak, istri, sahabat dan orang tua. Sebagian lagi menulis untuk sekedar aktifitas mengisi waktu luang. Ada yang bertujuan untuk mendapat penghasilan tambahan, untuk menyalurkan hobi, sebagai tempat curhat, wadah untuk berbagi ilmu, untuk berdakwah, supaya terkenal, karena tuntutan pendidikan atau justru tuntutan kepenulisan itu sendiri. Berdasarkan berbagai macam alasan di atas, sangatlah jelas bahwa dunia menulis itu unik.

Mengapa Harus Menulis?

Sahabat,

Manusia tidak lepas dari masalah, baik psikis maupun fisik. Ada sebagian orang cenderung memendam permasalahan yang ia hadapi dalam firikannya sendiri. Namun, ia tidak tahu bahwa apa yang ada di dalam fikirannnya tersebut akan bersarang di otaknya  dalam waktu yang lama. Jika hal tersebut tidak segera dicegah, kebiasaan orang tersebut dapat memicu terserangnya stres.

Sebagaimana yang kita ketahui bersama bahwa selalu ada masalah yang kerap kali timbul karena stres. Contohnya, insomnia (susah tidur), gangguan pencernaan, depresi, tekanan darah tinggi (hipertensi), polifagi (banyak makan), poliuri (banyak buang air kecil), obesitas (kegemukan), rambut rontok, bahkan bisa menyebabkan serangan stroke dan impotensi.

Stres juga dapat menyebabkan si penderita terkena trikotilomania, yaitu gangguan psikologis yang ditandai dengan dorongan kompulsif menarik-narik rambut sendiri. Umumnya dorongan ini muncul keika penderitanya mengalami stres atau cemas. Seiring bertambahnya usia, kebiasaan buruk ini dapat menyebabkan kebotakan pada kepala (Willy, 2018).

Salah satu cara yang paling manjur untuk mengatasinya adalah dengan menulis. Dengan menulis, kita bisa menumpahkan semua permasalahan kita ke dalam tulisan. Dengan demikian, tentu beban permasalahan yang mendesak di dalam otak kita akan berangsur berkurang.

Selain dapat mengurangi stres, menulis juga bisa sebagai terapi psikologi. Tidak banyak yang tahu bahwa kebiasaan seperti menulis diary dapat memberikan efek sangat baik bagi kesehatan. Melalui menulis, seseorang dapat meluapkan segala kegundahan, kegalauan, kegelisahan dan segala permasalahan yang sedang dihadapinya.

Jangan Lelah Menulis

Menulis sama halnya dengan pekerjaan-pekerjaan lainnya, perlu diasah agar semakin perfect. Untuk itu, salah satunya adalah jangan lelah menulis. Membiasakan sering menulis akan semakin memperkaya kita dengan perbendaharaan kata baru. Semakin sering menulis, maka kita akan semakin terbiasa menulis spontan tanpa harus menyusun kerangka tulisan terlebih dahulu. Selain itu, kita juga akan semakin terbiasa membuat teks mengalir begitu derasanya seperti air yang mengalir dari hulu ke hilir.

Seorang penulis yang terbiasa menulis juga dapat membuat penulis tersebut semakin menguasai tema atau bidang tulisan yang ditulisnya. Dr Raehanul Bahraen Msc. Sp. PK adalah seorang dokter juga penulis yang telah membuat berbagai macam buku di bidang fikih kontemporer kesehatan dan agama. Contoh buku yang paling fenomenal adalah bukunya yang berjudul ‘Vaksinasi Mubah dan Bermanfaat’ yang berusaha mengkuak apa itu vaksin, bagaimana proses produksinya, bagaimana hukum vaksin dalam Islam, mengapa kita perlu vaksin, apa saja bahan pembentuk vaksin itu dibuat secara ilmiah dan berdasarkan evidence based berbagai jurnal penelitian ilmiah terbaru. Buku ini terbit sebagai balasan dan menjawab buku yang diterbitkan oleh salah seorang wanita yang sebelumnya sangat banyak memuat tentang berita-berita miring hingga konspirasi-konspirasi yang sudah lebih dulu dikonsumsi masyarakat awam dan perlu diluruskan. Tulisan-tulisan Beliau lainnya juga konsen pada berbagai masalah fikih seputar ibadah, pemahaman tauhid yang murni, hukum seputar kewanitaaan hingga hubungan keluarga.

Dengan semakin seringnya dr Raehanul Bahraen Msc. Sp. PK menulis buku dengan tema-tema fikih kontemporer kesehatan, termasuk buku-buku motivasi belajar agama selalu menjadi buku rujukan berbagai lembaga pendidikan dan lembaga dakwah yang kaya akan referensinya yang valid dan ilmiah tersebut.

Baca juga :  MENULIS SEBAGAI MEDIA DIPLOMASI

Contoh lainnya ialah Ustad Muhammad Abduh Tuasikal M.Sc yang berhasil menelurkan berbagai macam buku seputar fikih pernikahan dan parenting. Meskipun Beliau adalah lulusan pendidikan Engineering Saudi Arabia, namun semangatnya menuntut ilmu agama sangat tinggi. Bahkan saat ini Beliau telah berhasil membuat Pondok Pesantren Dharus Sholihin yang terletak di Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta ini. Buku-buku tauhid, buletin, hingga buku saku banyak Beliau ciptakan dan diberikan secara cuma-cuma semata untuk berdakwah. Juga termasuk ebook dan booklet seputar ibadah di Bulan Ramadhan selalu Beliau bagikan gratis untuk umat. Berkat ketekunan dan kegigihan Beliau di dalam menulis, kini Beliau memiliki publishing sendiri, website resmi sendiri, stasiun televisi dan radio sendiri.

Sebuah perjuangan tidak akan pernah mengenal kata tamat. Bahkan bagi penulis yang sudah berhasil membuat karya-karya Best Seller-pun mereka masih terus berusaha mengasah kemampuan menulisnya. Itulah sebab mengapa kita harus terus berlatih menulis, agar kemampuan menulis kita bisa lebih baik dari hari ke hari.

Masalahnya untuk penulis pemula, cenderung mudah menyerah, terlebih jika tulisan mereka tidak sebaik orang lain. Jangan khawatir hal semacam itu. Percayalah bahwa perjuangan itu tidak butuh apresiasi, juga tidak butuh tepuk tangan yang memcang heningnya kesunyian. Memang, semakin bagus tulisan kita, akan semakin dikenal banyak orang. Namun, bagi seorang pemula, hal yang harus kita perhatikan keberanian dan kemauan untuk belajar.

Disiplin itu Harga Mati

Dalam menulis, apapun bisa terjadi. Kadang-kadang kita sedang dipenuhi ide, tiba-tiba saja jemu menerjang. Bisa juga ketika kita ingin menulis, namun ide kunjung muncul. Sebagian orang mungkin akan lebih memilih mematikan laptopnya dan memilih aktivitas lain.

Sahabat,.

Jika kita ingin menjadi seorang penulis, maka kita harus mengalahkan semua itu. Kita harus bisa disiplin agar apa yang kita inginkan bisa diraih. Karena bagaimanapun kedisplinan itu adalah faktor sukses tidaknya seseorang.

Seorang Valentino Rossi dan Horge Lorenzo ketika ingin menjadi Juara Dunia MotoGP maka mereka akan tekun dan terus berlatih. Mereka akan berlatih ketika saatnya berlatih dan mereka akan istirahat ketika tiba saatnya istirahat. Semua itu mereka lakukan bukan tanpa alasan, tapi karena ingin mengejar mimpi mereka.

Penulis novel terkenal Elizabeth Gilbert, perjuangan untuk disiplin menulis juga terjadi saat ia menulis novel Best Seller-nya yang berjudul Eat, Pray, Love.  Dalam sebuah wawancara di acara oprah, Elizabeth menunjukkan sebuah video mengenai aktifitasnya sehari-hari. Dalam video tersebut terlihat Elizabeth melakukan pekerjaan rutinnya sehari-hari. Setiap pagi ia harus menyusun kartu warna-warni yang disusunnya dalam sebuah kotak sepatu bekas.

Ada yang tahu apa isi dari kartu warna-warni itu? Ternyata di setiap kartunya tertulis apa-apa yang harus ia lakukan setiap hari. Dengan demikian, ia bisa melihat sudah sampai sejauh mana progres kerjanya? Satu hal yang paling penting adalah bahwa setiap kartu tersebut berisi pesan yang mengharuskannya untuk menulis setiap hari.

Sahabat,

Untuk menuju sebuah tujuan besar, kita tidak cukup hanya bermodal nyali dan keinginan saja, tetapi juga usaha keras yang sungguh-sungguh. Maka dari itu, diperlukan disiplin dalam menulis. Salah satunya adalah menjadikannya sebagai hal yang tak bisa ditawar lagi. Seperti seorang prajurit ang berjuang membela negeri ini, disiplin menulis adalah harga mati!.

Lalu, Mengapa Menulis Disebut Unik?

Menulis sangat membutuhkan konsentrasi, sekalipun seorang penulis sudah terbiasa menulis, tapi tetap, bahwa konsentrasi adalah wajib. Bagaimana konsentrasi atau fokus itu bisa terwujud? Jawabannya adalah jangan pandai beralasan. Sesibuk apapun, sepadat apapun kegiatan, kita harus memberikan waktu khusus untuk fokus menulis.

Mengapa menulis itu unik? Karena kegiatan menulis dapat membatasi kita dari hal-hal yang sia-sia. Menulis menjadikan kita sangat menghargai waktu, disiplin membagi tugas, membentuk diri yang kuat dan tangguh. Bahkan menulis sama sekali tak memberi kesempatan kita untuk mengeluh, apalagi selingkuh!.

DAFTAR PUSTAKA

Willy, T. d. (2018, Agustus 8). Trikotilomania. Dipetik April 26, 2019, dari Alodokter: https://www.alodokter.com/trikotilomania

Facebook Comments
Latest posts by Writing Prodigy (see all)

Leave a Reply

Your email address will not be published.