AYAH

Oleh RH


Masih jelas bagiku wajah itu
Semua ia terjang walau hadangan sekeras batu
Wajahnya penuh debu, yang enggan untuk bersih karena kerasnya kehidupan
Tubuh penuh keringat karena memperjuangkan makhluk Tuhan yang menjadi titipan

Hari-hari ia lalui dengan penuh perjuangan
Terkadang ia harus membuang malu, hanya agar keluarga bisa tetap makan
Apakah itu sebuah kehinaan?
Tidak, bagiku itu bentuk kemuliaan
Semua ia lakukan demi anak-anak yang jadi tanggungan

Ya, ia ayahku, yang mengajariku arti hidup
Ya, ia ayahku, yang mengajariku arti ketulusan
Ya, ia ayahku, yang mengajariku pantang membentangkan tangan sebelum berjuang
Ya, ia ayahku, yang mengajariku mencintai itu butuh pembuktian

Namun, wajah itu kini kian menua
Mata yang dulu berbinar kini mulai memudar
Kulit yang dulu tegang bentuk perjuangan, kini mulai tampak kendor
Langkah kaki, yang dulu gagah, kini mulai terlihat lambat dan penuh kehati-hatian

Entah bagaimana aku harus menebus semua perjuangan itu
Sekalipun aku berikan semua yang kupunya, belum bisa membayar setiap jerih payah itu
Ya, perjuangan seorang ayah untuk membesarkan anak-anaknya
Perjuangan yang tidak akan pernah kulihat untuk kedua kalinya

Kata orang, cinta ibu sepanjang jalan
Bagiku, cinta ayah sepanjang siang dan malam
Kata orang, cinta ibu penuh ketulusan
Bagiku, cinta ayah memberikan ketenangan

Entahlah, bagaimana aku harus membandingkan
Karena bagiku, cinta keduanya bagai dua samudera
Yang satu memberikan permata kasih sayang dan kedamaian
Satu yang lain mengajarkan cinta dan perjuangan

Wahai Ayah, tak kan kulupakan jasa-jasamu
Dan tak kan kubiarkan siapapun mengganggumu
Engkau bagiku, laksana pohon rindang penuh dengan dedaunan
Meski tak begitu tampak kasih yang engkau semai dan berikan
Tapi, kami bisa merasakannya di lubuk hati yang paling dalam
Engkau menaungi setiap yang ada di bawahmu
Meskipun engkau harus menahan panasnya terik matahari

Baca juga :  SEBUAH RASA

Ya, doa-doa akan selalu tertuju padamu
Sebagai bentuk balasan dari sebuah cinta yang engkau tanam
Bahkan aku selalu berdoa agar kelak kita dikumpulkan dalam surga-Nya
Aamiin …

(Medan, 4 April 2020)


Facebook Comments
Latest posts by Writing Prodigy (see all)

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.