KOPIKU, RASAKU (Antara Nikmat & Penat)

Didit Tri Putranto
Follow me
Latest posts by Didit Tri Putranto (see all)

Ada gamang tertuang dalam kopiku malam ini..
Pahit, sedikit melejitkan jerit.
Terhidang dalam talam hitam, keheningan.
Tak terasa jemariku memilin diujung kesah
Mencoba menghitung bisik-bisik intuisi tuk mengejar berlari
Sehasta mungkin, ku jejak terinjak..

Kalaulah boleh, ingin ku tuang aroma kopi ku
Biarkan ada rona yang lain diatas kanvas hari ini
Bukan sekedar monoton dalam balutan kepolosan yang biasa
Biarkan menjadikannya majemuk dalam keragaman
Bukan sekedar pemanis yang dibalurkan dengan warna kesucian

Saat detik mulai memacu perlahan
Hanya isyarat bahwa cangkir ku hampir nampak kosong
Tereguk dalam waktuku, mengosongkan pandangan, dan hanya hitam
Lalu Sekilas, parau sendu kemarin melintas
Menepuk isi nya yang makin surut dalam tenggorokan, mencanduku tuk mereguknya ulang..
Semakin ku hirup aromanya,semakin menusuk..
Antara pahit juga panas diujung lidah, menyeruak naik memenuhi buah kepalaku.
Semakin terjaga, bahwa memang rasa inilah nikmat tak terlupa

Kuingat lagi, gemulai jemari dengan racikan khas
Senyum hangat, kerling menyengat, juga semangat ..
Menjadi satu saat ku jerang dalam kopi ku kental..
Antara pahit juga nikmat tak terlupa.

(Bondowoso, 17 Agustus 2016)


Tulisan ini telah lulus review oleh editor dan layak publish.
Copyright © Al Right Reserved 2020
Writing Prodigy Academy

Facebook Comments
Baca juga :  RUANG RINDU SAMAWA

12 Comments












Leave a Reply

Your email address will not be published.