LINGKARAN KARMA

Oleh Didit Tri Putranto


Aku tak mengerti lagi
Jika rasa tak lagi mampu dijabarkan oleh kata
Jika sendu tak lagi tentang rindu
Jika perihal mu tak melulu tentang kau dan aku

Lantas adakah jembatan untuk semua kebimbangan.
Jemalin keutuhan yang mulai rapuh
Adakah simpul untuk mengikat waktu berlalu yang tak pernah peduli aku ataupun kamu.

Jika senyumku adalah luka
Jika tatapku pun serupa lara
Dan senyata ini, semua itu ada

Yang ada hanya sebuah tanya
Aku yang menjadi poros penentu
Atau kamu yang serupa nyala api-api
Kerlip gemerlap ditengah padang gersang.
Hingga mereka berkerumun menyemut berebut pelita sekejap.

Nyatanya manis itu masih ada
Dari anggur musim panas
Di gelas-gelas kosong tak bertuan
Di ruang-ruang pesta dihamparkan

Dan senyatanya semua itu ada.
Tak lekang memberi tanya
Rasa putih atau cuma halusinasi
Manis madu atau racun empedu

Aku, kamu, dia, juga mereka
Lingkaran karma
Berbalas suka
Berbalut duka
Berselimut dusta

(Bondowoso, 11 Mei 2019)


Facebook Comments
Latest posts by Writing Prodigy (see all)
Baca juga :  SENYUMAN AWAN MENDUNG

12 Comments













Leave a Reply

Your email address will not be published.