MAWAR

Oleh RH


Mawar itu kini telah mekar
Harumnya semerbak membuat jiwa bergetar
Warnanya indah seolah enggan memudar
Duhai, alangkah indahnya jika ia terus mekar

Namun, seseorang telah memetiknya
Membuat si mawar bermuram durja
Karena ia dijadikan sebagai penghias saja
Setelah layu, ia dibuang entah ke mana

Apakah itu balasan yang pas untuk sebuah pengorbanan?
Rela berpisah dari peraduan hanya untuk dijadikan hiasan
Bahkan, duri yang tajam, rela ditanggalkan demi sebuah ketulusan
Entahlah, bagaimana harus berkata, bila itu adalah sebuah keniscayaan

Apalah arti keindahan, bila dipetik bukan untuk dicinta
Apa gunanya, bila dihadirkan hanya sebatas di mata
Bukankah sia-sia, bila pujian itu hanya sebatas di bibir saja
Percuma, bila ketika mekar dipuja, ketika layu engkau dilupa

Duhai pemilik senja yang maha tinggi
Aku mawar berduri, pendamba pemilik cinta yang suci
Cinta yang tulus tidak bercampur basa-basi
Bukan pula cinta sesaat kemudian pergi

(Medan, 5 April 2020)

Facebook Comments
Latest posts by Writing Prodigy (see all)
Baca juga :  KOPIKU, RASAKU (Antara Nikmat & Penat)

15 Comments










  1. The luxurious brand has created the first Swiss brand.In other words, it takes a long time.






Leave a Reply

Your email address will not be published.