PENGGUNAAN KALIMAT EFEKTIF

Sea Woelandary
Follow me
Latest posts by Sea Woelandary (see all)

Pengertian

Kalimat Efektif merupakan kalimat yang bukan hanya memenuhi syarat-syarat komunikatif, gramatikal, dan sintaksis, melainkan pula harus segar, hidup, mudah dipahami, serta sanggup menimbulkan daya khayal pada diri pembaca. Kalimat Efektif haruslah sesuai PUEBI.

Syarat Kalimat Efektif

1. Sesuai PUEBI (Panduan Umum Ejaan Bahasa Indonesia)

Kalimat efektif haruslah menggunakan tanda baca dan ejaan yang benar, serta KBBI yang tepat.

2. Sistematis (Runtut)

Kalimat efektif setidaknya memiliki susunan subjek (S) dan predikat (P), lalu ditambahkan objek (O), pelengkap (P), atau keterangan (Ket).

3. Tidak Boros dan Bertele-tele

Susunan kalimatnya pasti dan ringkas, tidak menghambur-hamburkan kata.

4. Tidak Ambigu

Susunan kalimatnya harus ringkas, sistematis, sesuai kaidah kebahasaan, dan tidak multitafsir.

Ciri-Ciri Kalimat Efektif

1. Kesepadanan Struktur

a. Pastikan kalimat yang dibuat minimal mengandung S dan P.
b. Hindari penggunaan kata depan (preposisi) di awal kalimat.

Contoh :
Bagi seluruh mahasiswa diharapkan segera ke lapangan rektorat. (tidak efektif)
Seluruh mahasiswa diharapkan segera ke lapangan rektorat. (efektif)

c. Hati-hati terhadap penggunaan konjungsi ‘yang’ di depan predikat karena membuatnya menjadi perluasan subjek.

Contoh :
Dia yang pergi meninggalkanku. (tidak efektif)
Dia pergi meninggalkanku. (efektif)

Baca juga :  PENULISAN KLITIK

d. Tidak memiliki subjek ganda (subjek yang sama).

Contoh :
Anisa sakit gigi sehingga Anisa tidak mengikuti bimbingan privat. (tidak efektif)
Anisa sakit gigi sehingga tidak mengikuti bimbingan privat. (efektif)

2. Kehematan Kata

a. Hindari Penggunaan Kata Jamak

Contoh :
Para ibu-ibu diharapkan segera mengurus surat tersebut. (tidak efektif)
Ibu-ibu diharapkan segera mengurus surat tersebut. (efektif)
Para ibu diharapkan segera mengurus surat tersebut. (efektif)

b. Hindari Penggunaan Kata Bersinonim

Contoh :
Ia masuk ke dalam gedung. (tidak efektif)
Ia masuk ke gedung. (efektif)

(Kata “masuk” itu … pastinya ke dalam kan, ya. Bukan keluar hehe)

3. Kesejajaran Bentuk

Kalimat efektif haruslah berimbuhan paralel dan konsisten.

Contoh :
Hal yang harus diperhatikan soal limbah adalah cara membuang, memilah, dan pengolahannya. (tidak efektif)
Hal yang harus diperhatikan soal limbah adalah cara membuang, memilah, dan mengolahnya. (efektif)

Kalau ingin menggunakan imbuhan me-, ya, semua pakai me-. Kalau ingin mengunakan imbuhan pe-an, ya, semua pakai pe-an.

4. Ketegasan Makna

Tidak selamanya subjek harus diletakkan di awal kalimat, tetapi memang peletakannya selalu mendahului predikat. Kata keterangan pun bisa diletakkan di awal kalimat sebagai bentuk penegasan.

Contoh :
Kamu kupaslah buah itu agar bersih! (tidak efektif)
Kupaslah buahmu agar bersih! (efektif)

5. Kelogisan Kalimat

Buatlah kalimat dengan ide yang mudah dimengerti dan masuk akal.

Contoh :
Kepada Dokter Doddy, waktu dan tempat kami persilahkan. (tidak efektif)

(Kan, gak mungkin waktu dan tempat yang dipersilahkan. Harusnya Dokter Doddy lah, ya … hehe)

Seharusnya :
Dokter Doddy dipersilahkan menyampaikan presentasinya sekarang. (efektif)

Sahabat Prodigy … ada yang punya buku 101 Dosa Penulis Pemula karya Ayah Isa Alamsyah? Kalau punya, silahkan buka halaman 3 hingga 20. Topik kedua, ambilnya dari situ dengan sedikit penambahan ^^

Okey, sekian dulu yang bisa kami sampaikan. Selamat berlatih ya …


Facebook Comments

22 Comments






















Leave a Reply

Your email address will not be published.