TRAVELOG

Ns. Satya Putra Lencana RN
Follow me

Travelog atau catatan perjalanan, merupakan salah satu bentuk dokumentasi memori yang berwujud tulisan. Travelog bisa menjadi komplementer dari foto atau kadang juga bisa dinikmati walau tanpa foto. Bagi traveler, kegiatan menulis travelog ini sudah menjadi menu wajib. Beberapa di antara mereka bahkan merilis travelog mereka menjadi buku.

Mengabadikan pengalaman wisata dengan travelog tidak memerlukan peralatan yang rumit. Cukup dengan bekal buku harian, atau di masa sekarang bisa diwakili dengan piranti mobile seperti smartphone yang bisa menyimpan tulisan kita. Bagi sahabat Prodigy yang suka membawa laptop kala bepergian, bisa juga diguanakan untuk menulis travelog.

Travelog, secara sederhana bisa dibuat dengan menuliskan tiga bagian: itinerari (rencana) perjalanan kitarealisasi itinerari dan menceritakan destinasi atau objek. Tulisan mengenai itinerari dibuat sebelum kita berangkat. Buat tulisan dengan bahasa yang mengalir (bukan berbentuk list), menjelaskan kita mau kemana, bagaimana cara menuju kesana dan informasi lainnya untuk mengawali travelog.

Tahap kedua adalah menuliskan realisasi itinerari. Bagaimana ketepatan waktu perjalanan, apa yang kita lihat sepanjang perjalanan, atau berbagai masalah yang timbul dalam perjalanan bisa menjadi bahan menulis, sebelum melangkah ke penulisan mengenai objek atau destinasi. Sertakan evaluasi dan saran-saran dari hasil realisasi itinerari. Misalnya bila mendapati hotel yang dituju tidak sesuai dengan yang diiklankan, kita bisa menuliskannya.

Baca juga :  JADILAH INSPIRASI BAGI ORANG LAIN

Meski inti dari berwisata adalah untuk mengunjungi destinasi atau objek, namun dua aspek di atas tetap penting dalam travelog. Harus diingat bahwa travelog adalah catatan perjalanan, bukan hanya sekedar menulis tentang objek wisata, namun penulisan objek juga tetaplah penting. Ini adalah bagian inti yang ingin dilihat oleh pembaca travelog. Maka. ketika menulis tentang destinasi atau objek, tulislah sesuai dengan pengalaman empiris kita.

Tulisan dengan metode deskriptif akan sangat membantu melukiskan kondisi tempat melalui bahasa kata. Perkuat pengamatan kita dengan menggali data mengenai objek, baik dari bertanya kepada orang sekitar, membaca buku panduan atau browsing melalui piranti mobile kita.

Jangan khawatir bila kita tidak sempat menuliskan secara utuh (misalnya bila terbentur dengan waktu atau kegiatan di lokasi). Catat poin-poin penting untuk kemudian dikembangkan sesampai kita di waktu dan tempat yang lebih santai. Perlu diingat bahwa kita juga sebaiknya tidak terlalu sibuk dengan kegiatan menulis sampai melupakan tujuan utama berwisata.

Perkuat travelog kita dengan foto yang mendukung. Ambil gambar objek untuk menerangkan apa yang kita tulis, selain foto diri kita sendiri dan keluarga (atau teman misalnya). Bila kita sudah mencatat semuanya, sunting ulang travelog sebelum dipublikasikan dalam bentuk yang diinginkan (dicetak, atau diunggah ke dalam situs internet).

Disamping foto, travelog bisa menjadi kenangan menarik atas pengalaman kita berwisata. Kita bisa suatu saat membaca kembali dan mengingat perjalanan, atau bila kita mau mengunjungi objek yang sama, pengalaman dari travelog bisa juga membantu menentukan itinerari yang lebih bagus.

Selamat menulis ya …


DAFTAR PUSTAKA

Helman, T. (n.d.). Menulis Travelog. Retrieved April 10, 2020, from Let The Memory Remains: http://www.helmantaofani.com/2010/12/menulis-travelog.html

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.