SEMATA WAYANG

Althafunnisa Maulida
Follow me
Latest posts by Althafunnisa Maulida (see all)

Dulu …
Tiada gelak tawa
Tiada riang cerita
Hanya menjadi seorang pendiam
Terlihat wajah yang muram
Asyik dengan kegiatan
Hingga lupa ingatan
Tentang sebuah ikatan
Keluarga kah ?
Orang lain kah ?

Sempat menganggap mereka orang lain
Karena tiada sapa satu dengan yang lain
Hanya sebatas di meja makan
Ku bunuh rasa kesepian
Dengan apa yang aku impikan
Restu tak demikian
Bak hidup penuh rintangan
Aku diam dan terus berusaha mengejar impian

Mereka yang memuji
Mereka pula yang mencaci
Mereka yang memanjakan
Aku yang enggan
Menurutku, masa ku tak bisa dibeli dengan uang
Demi gelak tawa riang
Mereka ber-uang
Di benakku hanya terngiang
Kapan aku sanggup menghilang

Gemuruhnya batin tak menghilang
Justru semakin hari semakin melubang
Dimana aku selalu menghindar
Demi kehidupan yang kian memudar
Aku risau kala aku sadar
Bahwa aku semata wayang
Tak ada kawan beradu tawa

Begitulah,
Semua penuh dengan persembunyian
Hanya sekilas mendengar tanpa penjelasan
Tidak ada perbincangan yang harmonis
Melainkan hanya cacian mengiris

Kaku …
Kini masih belum berlalu
Doakan aku selembut madu

Baca juga :  MANTRA

(Salatiga, 16 April 2020)


Tulisan ini telah lulus review oleh editor dan layak publish.
Copyright © Al Right Reserved 2020
Writing Prodigy Academy

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.