SUAMIMU MENIKMATINYA (Part 7)

Zanti
Follow me
Latest posts by Zanti (see all)

Kehamilan

Dua hari telah berlalu, semenjak terakhir Mas Ridwan ke sini. Sore ini, saat aku memasak untuk makan malam, aku menerima pesan singkat darinya.

[Istriku, aku sudah membujuk Bu Irma untuk besok menemuimu dan dia mau. Kita akan bertemu di sebuah cafe dekat kantorku. Aku akan menjemputmu. Aku sudah lampirkan surat pengunduran diri, namun harus tunggu sampai akhir bulan menyelesaikan kontrak kerjaku yang terakhir di kantor ini.] Isi pesan Mas Ridwan.

[Baiklah, jam berapa kamu akan menjemputku?]

[Bakda asar. Sepulang kerja, aku langsung menjemputmu. Anak kita jangan diajak biar bersama ibu dan bapak dulu.]

[Iya.] Singkat balasanku.

*****

Keesokan harinya bakda asar, aku bersiap-siap menunggu jemputan Mas Ridwan.

“Nak, apapun yang terjadi, tenangkan dirimu. Hadapi mereka dengan hati dan pikiran yang tenang. Jangan sampai emosi mengendalikanmu dan menghancurkanmu.” Ibu menasihati sembari menggendong anakku.

“Iya, Bu. Aku titip dedek, ya, Bu. Insyaallah, aku juga ingin yang terbaik dalam rumah tangga kami,” jawabku.

Mobil Mas Ridwan pun sampai di depan halaman rumah. Aku langsung berpamitan kepada kedua orang tuaku dan beranjak pergi bersama Mas Ridwan. Sepanjang jalan, kami hanya saling diam, tak ada pembicaraan dan obrolan.

*****

Sesampainya di cafe tersebut, sudah duduk seorang wanita seksi yang umurnya paling hanya selisih lima tahun dariku. Ya, itu Bu Irma, atasan suamiku. Lalu, aku dan suamiku menghampirinya, dan duduk di sampingnya.

“Assalamu’alaikum?” Kuucapkan salam padanya.

“Hemmm.” Dia hanya menjawab seperti itu. Seperti orang yang tak punya adab.

“Sebelumnya, kita sudah bertemu, Bu. Ibu pernah ke rumah kami.”

“Iya, saya tahu. Tak usah diperjelas. Langsung to the point saja. Aku mencintai suamimu. Apakah kamu mau dimadu?”

Baca juga :  SUAMIMU MENIKMATINYA (Part 16)

“Aku tak siap dimadu. Kenapa Ibu tak tanya kepada suami saya. Siapa yang dia pilih? Kita sama-sama wanita, bagaimana jika Ibu ada di posisi saya?”

“Iya, Bu. Kita tobat saja. Kita akhiri semua ini. Aku ingin keluargaku utuh kembali seperti dulu. Lagipula, aku sudah mengajukan surat pengunduran diri ke kantor,” potong suamiku yang ikut bicara.

“Diam kau, Ridwan! Dan kamu, saya sudah pernah ada di posisi kamu. Saya tak peduli. Sekarang, saya hanya mencintai suami kamu, Ridwan. Ayolah kita berbagi malam saja dengannya. Hidupmu akan ikut enak!”

“Terimakasih atas penawarannya. Tapi, saya bukan wanita seperti itu. Mencari kenyamanan harta, namun harus merelakan suaminya. Menjijikkan! Bahkan, untuk dibayangkan.”

“Lalu, kamu mau apa meminta bertemu denganku?”

‘Aku cuma ingin mengatakan. Aku mencintai suamiku dan aku akan mempertahankan pernikahan ini. Sampai kapan, kau mencoba mengejar suamiku? Sedangkan suamiku pun tak menyukaimu.”

“Bohong! Mana mungkin suamimu tak mencintaiku. Jika di lihat, tubuhku lebih indah dibanding tubuhmu, yang sudah tak berbentuk itu. Udah gendut, kendor, dan selalu ditutupi oleh jilbab panjang. Lagipula, aku punya satu senjata untuk memisahkan kalian berdua.”

“Maksud Ibu?”

“Aku hamil! Aku hamil anaknya Ridwan. Ini tes kehamilannya. Aku punya buktinya,” acamnya smbari menyodorkan surat dokter bahwa dia hamil sudah memasuk minggu ketiga.

Aku dan Mas Ridwan kaget bukan kepalang. Aku menatap tajam wajah Mas Ridwan dan wanita jalang itu. Mas Ridwan pun terlihat kaget dengan berita kehamilan ini. Aku menampar Mas Ridwan dan langsung lari dari cafe. Mas Ridwan berusaha menahan dan mengejarku. Aku langsung menghampiri taksi yang lewat, dan masuk ke dalamnya.

Sepanjang perjalanan pulang, aku menangis di dalam taksi, memikirkan rumah tanggaku yang benar-benar sudah hancur dibuatnya. “Cerai. Cerai”” Itu yang ada dalam pikiranku sekarang.

~ Apa yang aku harapkan lagi dari rumah tangga ini? Begitu berat semua ini. Anakku akan menjadi korban dari ulah ayahnya sendiri ~

Bersambung …


Tulisan ini telah lulus review oleh editor dan layak publish.
Copyright © Al Right Reserved 2020
Writing Prodigy Academy

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.