SUSAH MENUANGKAN IDE? PAKAI RUMUS INI AJA (Untuk Penulis Pemula)

Ns. Satya Putra Lencana RN
Follow me

Hallo Sahabat Prodigy

Ada yang bingung bagaimana cara mulai menuliskan ide yang ada di kepala? Kenapa rasanya susah sekali? Bagaimana menulisnya? Merasa belum pede kalau belum memahami tehniknya?

Cara jitunya sederhana. Mengutip dari Gertrude Stein, penulis Amerika yang mempelopori perkembangan sastra modernis, “Menulis adalah menulis adalah menulis adalah menulis dan menulis … “

Iya sih, kuncinya memang nulis, nulis dan nulis … tapi aku takut tulisanku nggak ada yang baca karena jelek banget. Pengen bisa nulis yang renyah dan enak dibaca gitu.”

Ya nggak bisa gitu dong Mas dan Mba Bro …

Kalau baru memulai aktivitas ini, belum pernah menulis sebelumnya. Biasanya nulis hanya di sosial media, jelas tulisan kita tidak langsung indah dan cantik. Semua butuh proses, semua butuh waktu, diskusi, interaksi dengan penulis lain, butuh berlembar-lembar buku dibaca dan membutuhkan pengalaman jam terbang yang tinggi.

Tapi, bukan berarti itu menjadi penyebab kita ciut, inferior dan minder dari menulis. Semua butuh waktu perjalannya. Setiap orang punya jalan dan momentumnya masing-masing, asal dengan catatan dia gigih terus belajar, mencoba, tekun, dan kontinyu. InsyaAllah proses tidak akan membohongi hasil.

Trus, sekarang apa yang harus kita lakukan?

Nah, pada kesempatan kali ini kami ingin berbagi MNEMONIC atau jembatan keledai (batu loncatan) supaya mudah diingat. Mnemonic ini bisa digunakan untuk mengonsep langkah apa saja yang harus kita lakukan untuk bisa memulai menulis. Mnemonic ini kami namakan BOARDING-SED.

Apa tuh BOARDING-SED? Yuk, kita bahas satu per satu.

BRAVE

Brave artinya berani, nekat. Adakalanya untuk menghadapi suatu yang kita anggap momok, maka dibutuhkan sikap nekat untuk menghadapi momok itu sendiri. Kita takut memulai menulis dengan segudang alasan? SIKAT AJA! Nekat! Semakin kita takut, semakin kita harus nekat melawan momok itu.

Berhenti membanding-bandingkan kualitas diri dengan orang lain. Jika ada yang menjelek-jelekkan tulisan kita, jadikan mereka motivator dan pemecut untuk kita lebih kencang berlari. Jika ada penulis yang tulisannya keren, bagus, jadikan ia sebagai inspirasi. Pelajari semua prosesnya bagaimana dia bisa melakukannya dari nol dan sesuaikan dengan keadaan Anda.

Misalnya, dia butuh waktu tiga tahun untuk bisa menulis bagus. Apa aja yang dia lakukan sejak tahun pertama? Berlatih setiap hari? Target membaca minimal selesai satu buku setiap bulan? Oke, lakukan! Kalau begitu saya akan berlatih setiap hari, membaca buku, dan seterusnya. Tanamkan kuat-kuat tekad itu.


OPEN RESEARCH

Open Research artinya buka penelitian. Cara kedua ini bisa kita lakukan dengan mencoba melakukan penelitian kecil-kecilann, baik secara literasi maupun interview di lapangan langsung untuk menemukan ide. Cara ini sangat efektif bagi Anda khususnya yang fokus menulis di genre non fiksi yang banyak bermain olah data dan referensi.

Cara ini juga bisa dijadikan sumber tema utama apa yang akan kita angkat untuk menjadi tulisan. Misal, saat ini sedang terjadi wabah COVID-19, banyak sekali warga masyarakat yang belum mengetahui bahaya dan cara pencegahannya termasuk komplikasi dan dampak terburuk dari infeksi penyakit ini, maka kita bisa memulai dari hal-hal apa saja yang sedang krusial dan dibutuhkan masyarakat sekarang.

Resep ini akan menjadikan tulisan kita menjadi berbobot. Sebab, menulis tidak hanya menggunakan keterampilan menggunakan kata-kata, tapi juga harus lihai dalam akurasi data untuk memperkuat isi tulisan.


AROUND

Around artinya sekitar atau sekeliling. Nah, sebetulnya untuk memulai menulis yang paling mudah adalah memanfaatkan apa saja yang ada di sekeliling kita, bahkan yang ada dalam diri kita sendiri atau keluarga. Bisa mulai tentang hobi, rutinitas kuliah, kesibukan kerja. Di mulai tentang anggota keluarga, tetangga, rekan kerja dan seterusnya.

Jangan terlalu ngoyo (Baca : Jawa “Berusaha terlalu keras”) untuk mencari ide. Anda bisa memulainya tentang perasaan Anda sendiri. Hal ini bisa dilakukan dengan membuat catatan atau bahkan buku harian (diary) sendiri atau menuliskan di sosial media juga boleh, asal tetap memperhatikan kata-kata di dunia maya. Dengan begitu, akan melatih kepekaan kita untuk memilih penggunaan kata-kata.

“Terkadang kata yang paling sederhana adalah kata yang paling indah dan paling efektif”
(Robert Cormier)


READING

Baca juga :  CARA MEMBUAT DAFTAR PUSTAKA (REFERENSI) OTOMATIS MENGGUNAKAN MS. WORD

Reading artinya membaca. Sudah jelas, untuk menjadi seorang penulis kita juga butuh perbanyak membaca buku untuk menambah tabungan kosakata baru, pribahasa, idioms, gaya selingkung tulisan, model alur cerita, panajaman tokoh, pemilihan karakter, penulisan referensi, pemilihan diksi dan sebagainya.

Jangan katakan, Anda suka menulis tetapi tidak suka membaca, atau bahkan mungkin sama sekali tidak suka membaca, lantas memimpikan bisa menulis tulisan yang enak dibaca. Membaca adalah harga mati untuk menambah wawasan, mengasah intelektual, menambah bank kosa kata agar tulisan yang dibuat terasa fresh dan menarik untuk dibaca.

Kalau engkau hanya membaca buku yang dibaca semua orang, engkau hanya bisa berfikir sama seperti semua orang.”
(Haruki Murakami).

Semesta punya banyak cerita, mulai dari budaya hingga permikiran. Bila tak punya cukup uang tuk menjelajah dunia, maka jelajahilah lewat buku.


DISCUSSION

Dari judulnya jelas ya, Discussion artinya kita perlu diskusi. Selain dari buku, berdiskusi juga akan menambah wawasan kita. Saling bertukar informasi, membandingkan, saling mengklarifikasi bahkan memperdebatkan pengetahuan secara langsung. Tapi, perlu diingat, berdebat disini maksudnya untuk sama-sama belajar, saling mengoreksi, bukan ajang manjatuhkan. Pada forum seperti ini, kita bisa mengoreksi atau minta untuk dikoreksi satu sama lain antar teman. Boleh jadi, wawasan yang diperoleh teman Anda, belum Anda ketahui dan sebaliknya. Proses interaksi dan diskusi seperti ini akan memberikan pemahaman tambahan yang belum kita ketahui.

Berdiskusi dengan orang yang pandai tentang suatu ilmu selama satu jam lebih bermanfaat daripada menelaah ataupun menghafal selama berjam-jam bahkan berharihari.
(Imam Nawawi, Syarh Muslim (1/47).


ISSUE

Issue. Ikutilah isu-isu terkini agar otak kita tidak seperti museum pra sejarah, agar kita tidak gagap dengan era industri 4.0 yang serba menggunakan teknologi Artificial Intelligence (Kecerdasan buatan) dan digitalisasi ini. Ada banyak media yang dapat memudahkan kita untuk membututi perkembangan informasi. Jangan malas mencari tahu, jangan jutek, jangan cuek!


NO PERFECTION

No Perfectionist. Jangan terlalu perfeksionis. Sebetulnya memulai menulis adalah proses memaafkan tulisan pertama Anda yang berantakan. It’s oke. Cukup mulai dengan menulis, lalu lanjutkan dengan menulis, kemudian menulis lagi. Curahkan semua apa yang ada di pikiran kita dan tuliskanlah. Jangan sekali-kali memperhatikan terlebih dahulu Panduan Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI), Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) dan tetek-bengek segala macam tata aturan menulis. Pokoknya, nulis aja dulu.

Mengapa sebagai pemula, menjadi pantangan untuk mengedit tulisan di tengah jalan? Karena takut nanti ‘ngos-ngosan’ di tengah jalan sebelum mencapai garis finish, keburu kehabisan tenaga dan akhirnya membuyarkan ide yang mau ditulis. So, jangan sampai tewas di tengah jalan.

“Menulislah dengan bebas dan secepat mungkin dan tuangkan semuanya di atas kertas. Jangan sekali-kali melakukan koreksi atau menulis ulang sebelum semuanya Anda tuliskan sampai selesai.
(John Steinbeck)


GET THE FORUM

Get the Forum. Sisihkan waktu khusus untuk mengikuti seminar, pelatihan, gelar wicara, lokakarnya tentang menulis. Meski berbayar, tidak ada salahnya ikut. Jangan melulu ingin disuapi. Jika ingin maju, melangkahlah keluar rumah, bergeraklah. Jangan tunggu diberi, tapi mulailah mencari!

Untuk mengetahui seberapa bagus rumah kita, maka beranjaklah, dan lihatlah rumah kita dari luar.


START

Start. Mulailah menulis dari blog Anda. Anda bisa melakukan kunjungan blog ke blog orang lain (Blog Walking) dan berdiskusi di sana untuk saling kunjung atau dengan sosial media Anda dan lakukanlah berkunjung ke pengguna lain (Stalking) untuk menggali informasi dan kebiasaan penulis lain di sosial medianya. Blog dan sosial media ini bisa menjadi media untuk menulis setiap hari, memperoleh wawasan baru, berdiskusi, saling tukar pendapat, bahkan kompetisi dan wuiiiihhh! Banyak deh pokoknya!


EVENT

Event. Ikuti event-event lomba kepenulisan untuk menigkatkan kompetensi Anda dan menerapkan apa yang selama ini telah dibaca, didiskusikan, ditulis dan dipelajari dari perjalanan panjang selama ini serta ilmu yang didapat dari hasil mengikuti forum-forum kepenulisan.

Jadikan ini menjadi momentum untuk menciptakan karya yang terbaik. Kita jadi terlatih untuk tidak menulis asal-asalan, tapi juga naik tingkat ke tahap selanjutnya yaitu menggunakan PUEBI.


DOA

Doa. Nah, yang terakhir adalah doa dan ibadah. Cara ini dapat membantu Anda untuk menenangkan hati, menjernihkan pikiran, termasuk memperbaiki badmood yang melanda. Bagian dari hal ini juga bentuk ikhtiar dari segala usaha yang telah dicoba untuk tetap menghadirkan Allah dalam perjuangan kita selama ini. Karena, faktanya ada juga penulis-penulis melakukan ini. Ada yang sholat tahajud dulu, disambung baca Al-Qur’an, lalu baru menulis. Bisa dicontoh.

“Saya pikir, hal terbaik menjadi seorang penulis adalah kita dapat mereka-reka segala sesuatu sekaligus mengatakan kebenaran pada saat yang sama”
(Kyoko Mori).


Akhirnya, selesai sudah mnemonic-nya kita bahasa satu per satu. Sekarang tiba saatnya Sahabat Prodigy mempraktikan dan ajarkan ke orang lain. Jangan lupa untuk berlatih dan berlatih. Tidak ada mata uang apapun yang berlaku untuk membeli sebuah keahlian selain berlatih dan terus berlatih.

Selamat mencoba. Salam hangat.


Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.