DISTRES

Triyana Puspa Dewi
Follow me
Latest posts by Triyana Puspa Dewi (see all)

Apakah Anda pernah mengalami kondisi penuh tekanan hingga tidak dapat berpikir dengan jernih?

Kondisi ini merupakan sebuah tanda bahwa Anda sedang mengalami distres. Distres menjadi gangguan psikologis yang berawal dari kemunculan stressor (baca: penyebab stres). Respon distres ini  dipahami sebagai kondisi status emosional dan perilaku yang signifikan terkait dengan stres akibat sebuah kejadian yang dinggap mengganggu atau sebagai bencana  (1). Distres psikologis muncul ketika kondisi emosional yang seseorang rasakan dalam merespon untuk menghadapi situasi yang tidak terselesaikan, menimbulkan frustasi dan dianggap bahaya atau ancaman (2).

Penyebab Distres

Gangguan fisik maupun psikologis akibat interaksi seseorang dengan lingkungannya dapat menginisiasi distres. Sebuah trauma yang mengancam rasa aman serta pengalaman yang tidak menyenangkan dapat menjadi pencetusnya (3). Ketika bahaya dan ancaman yang dirasakan lebih besar daripada kemampuannya untuk menghadapinya, maka stres akan menjadi semakin bertambah (4).

Cara Mengatasi Distres

Langkah pertama sebagai kunci dalam menurunkan distres yaitu distraksi. Distraksi bukan berarti menghindar dari penyebab stres. Distraksi menekankan pada kemampuan untuk memanfaatkan kondisi sehingga dapat beristirahat sementara dari kondisi emosional dengan intensitas yang tinggi. Tujuannya tiada lain yaitu untuk memastikan kestabilan emosi seseorang telah siap untuk mengatasi masalah yang dialami.

Beberapa usaha yang bisa dilakukan untuk menurunkan distres secara mandiri antara lain (3):

  1. Distraksi pikiran. Cara yang bisa dilakukan yaitu berolahraga, bermain puzzle, berkebun, serta kegiatan lain yang membutuhkan konsentrasi sebab melibatkan anggota tubuh dan pikiran.
  2. Imagery. Toleransi terhadap stres dilakukan dengan cara membayangkan diri sendiri adalah seseorang yang kuat dan fokus untuk menemukan strategi terbaik dalam menemukan penyelesaian masalah.
  3. Soothing trough senses. Keterlibatan kelima indra akan membantu melindungi diri dari keinginan melakukan tindakan yang merugikan. Indra penglihatan dilibatkan dengan cara melihat pemandangan yang menenangkan. Indra pengecapan dimanfaatkan untuk mencicipi makanan yang disukai. Indra peraba digunakan untuk memeras stress ball, menggunakan lotion, dan membiarkan tubuh merasakan ketenangan saat cahaya matahari dan angin menyentuh permukaan kulit. Indra penciuman dapat digunakan untuk mencium wangi dari aromaterapi yang menenangkan salah satunya aroma lavender. Indra pendengaran dapat digunakan untuk mendengarkan musik yang disukai dan mampu menenangkan.
Baca juga :  PAKAI KACAMATA ANTI RADIASI HP & KOMPUTER, PERLU ATAU TIDAK?

Selain berbagai upaya diatas, hipnosis juga terbukti menjadi salah satu metode yang efektif untuk menurunkan distres jika dihubungkan dengan prosedur medis. Hipnosis akan menurunkan distres dan meningkatkan kesejahteraan psikologis dengan meningkatkan perasaan tenang sebagai bagian dari terapi modalitas (5).

Jika Anda merasa tetap tidak membaik setelah mencoba beberapa cara di atas, sebaiknya Anda segera menemui ahli kejiwaan untuk prosedur yang lebih spesifik.


DAFTAR PUSTAKA

  1. Tasman AT, Kay J, Lieberman JA, First MB, Riba M. Psychiatry [Internet]. United Kingdom: John Wiley & Sons; 2015
  2. Grove SK, Gray JR, Burns N. Understanding Nursing Research [Internet]. China: Elsevier Saunders; 2015 [cited 2020 Jun 5]
  3. Carlson M. CBT for Psychological Well-Being in Cancer: A Skills Training Manual [Internet]. India: John Wiley & Sons; 2017
  4. Nursalam. Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan : Pendekatan Praktis Edisi 3. 4th ed. Jakarta: Salemba Medika; 2017
  5. Fava GA, Ruini C. Increasing Psychological Well-being in Clinical and Educational Setting [Internet]. New York: Springer; 2014

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.