JELAJAH NALURI EMOSI

Didit Tri Putranto
Follow me
Latest posts by Didit Tri Putranto (see all)

Ingin ku mengeluh … berteriak pada keadilan alam
Namun, jika ku lihat mentari menjulang dicakrawala
Aku malu menjadi penggerutu

Hasrat ku berserah pasrah memapah papa senyumku yang lemah
Namun, jika ku lihat bumi berikhlas terhampar
Aku urung lepas serapah ku yang ramah

Lalu, harus ku menjadi bagaimana?
Ku biarkan saja ia terbang dengan bayu perlahan …
Namun dengungnya mendengus … menceracauku dengan hembusan
Balik kembali menghempas ego ku tumbang sekejap hilang

Tak menentu ku coba cari peran dan jawab dari kekata yang suram
Diantara titik koma juga saktah keagungan
Masih saja bingung tuk menarik sebuah harap kesimpulan
Semuanya hanyalah simbol, absurd dalam kebimbangan

Ku coba pahami, saat mentari tersenyum riang
Saat rembulan berdendang temaram
Pun Saat bumi ikhlas menghampar kepasrahan
Lalu semilir bayu berbisik perlahan, “Jawaban mu ada didalam hatimu. Telisiklah ia ditiap lekuknya yang kaku. Karena semua bermula dari ego keaku-an mu..”

(Bondowoso, 20052016)


Tulisan ini telah lulus review oleh editor dan layak publish.
Copyright © Al Right Reserved 2020
Writing Prodigy Academy

Facebook Comments
Baca juga :  MENATA DIRI

Leave a Reply

Your email address will not be published.