MATINYA SANG PENGAGUM

Didit Tri Putranto
Follow me
Latest posts by Didit Tri Putranto (see all)

Hampir tengah malam diujung detik perlahan
Jaket kumal ditambah selimut usang
Melepaskan hikayat tak henti tentang matinya Sang Pengagum
Mati di antara titik yang ditorehkan duka
Suri atau selamanya ia tak bangkit lagi
Mendedahkan perih bagi Pengagum lain diantara sudut gelap tiada berlentera

Saat tiba di bibir pagi semua bersimpuh lirih
Menjabarkan ulang yang pernah diingatnya
Sambil menunggu nasib yang akan dibagikan siang nanti
Semoga tak terbakar oleh tatap curiga dan ego diri

Yang lain di sana, kerlip inspirasi hampir mati dikubur Sang Pengagum
Di saku jaket kumalnya disimpan mantra-mantra kasih
Hangat peluk usang selimut tua menyelimuti emosi, benci, rindu yang memaki tiada henti
Dan sekarang malam beranjak pergi
Pagi menggapainya dengan jemari yang selalu dingin

Membekukan semua syair Sang Pengagum yang hampir mati
Semoga nasibnya tak setragis tragedi Bekasi

Bondowoso, 6 Agustus 2017 01:13


Tulisan ini telah lulus review oleh editor dan layak publish.
Copyright © Al Right Reserved 2020
Writing Prodigy Academy

Facebook Comments
Baca juga :  SURAT UNTUK SAHABAT

30 Comments































Leave a Reply

Your email address will not be published.