PERFECT

Nucke Salsabilla
Follow me
Latest posts by Nucke Salsabilla (see all)

Alvin menatap nanar beberapa lembaran kertas yang sengaja dibakar. Hancur sudah impiannya untuk menjadi seorang komposer lagu. Chord yang ia buat susah payah, harus pupus karena amukan Kenzo, sang ayah.

“Percuma aku menyekolahkanmu tinggi-tinggi kalau hasilnya nol. Apa kau tidak ingin membahagiakanku, hah?” ucap Kenzo beberapa menit yang lalu. Tangannya meremas apa yang ia temukan di laci meja belajar milik Alvin.

Melihat hal itu, Alvin hanya bisa bergeming. Dia tidak bicara apalagi membantah. Sifat ayahnya yang keras membuat nyalinya menciut jika melawan. Bisa-bisa, dirinya dijadikan seonggok daging yang dimangsa hewan buas.

Selama beberapa tahun terakhir, dirinya disibukkan dengan membuat lagu. Tentu saja, tanpa sepengetahuan Kenzo. Sang ayah pasti melarang mati-matian apa yang ia lakukan. Bahkan, tak segan menghancurkannya dalam sekejap.

“Aku ingin kau serius belajar dan menjadi penerusku kelak hari. Bukannya menciptakan hal yang tidak jelas seperti ini.” Kenzo mengambil korek api dan membakar remasan itu.

Refleks, mata Alvin membola. “Jangan, Yah!”

“Kembali ke kamarmu dan belajar. Jangan menambah bebanku yang semakin berat,” ujar Kenzo lalu pergi entah ke mana.

Tangan Alvin terkepal kuat. Dia membenci sang ayah yang suka mengatur dirinya. Meski sudah melakukan apa pun yang diinginkan selama ini, beliau tidak pernah mau mendengar keinginan sang anak.

Baca juga :  WANITA BERTOPENG

Akhirnya, Alvin berlari ke kamar lalu membereskan apa pun yang akan dibawa. Yap, dia berniat kabur dari rumah dan menginap di apartemen temannya yang jauh. Dijamin, sang ayah tidak bisa menemukannya, bahkan orang suruhannya sekalipun.

Setelah beres, Alvin melompat dari balkon yang tingginya lumayan. Untung saja, dia mendarat dengan selamat. Berlari menuju garasi dan menyalakan motor ninja yang jarang ia gunakan.

Alvin mengendarai motornya dengan kecepatan normal. Telinganya terpasang headset yang memutar lagu Perfect dari Simple Plan. Lagu yang selalu menemani dirinya ketika melewati situasi seperti sekarang.

Did you know you used to be my hero?
All the days you spend with me Now seem so far away
And it feels like you don’t care anymore

Mendengar bait itu, hati Alvin basah. Sosok ayah yang selalu menjadi pahlawannya, kini tiada lagi. Dia akan membuktikan bahwa dirinya bisa sukses tanpa bantuan dari sang ayah.

“Aku akan kembali saat namaku terpampang di media sebagai seorang komposer, bukan sebagai bonekamu, Mr. Kenzo,” ucap Alvin lalu menambah kecepatan motornya. Tak peduli akan suara klakson yang bersahutan karena perbuatannya.


Tulisan ini telah lulus review oleh editor dan layak publish.
Copyright © Al Right Reserved 2020
Writing Prodigy Academy

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.