MUTASI VIRUS CORONA (COVID-19) JENIS BARU

13
Ns. Satya Putra Lencana RN
Follow me

Mimpi buruk benua biru yang terjadi sejak awal tahun 2020 karena penyebaran COVID-19 ternyata belum berakhir. Musim dingin akhir tahun yang biasanya dirayakan dengan suka cita gara-gara otoritas Inggris mengumumkan Added Strain atau varian jenis baru Virus Corona yang diyakini dapat menyebar hingga 70% lebih cepat dari yang ada sebelumnya.

Lebih dari 1000 kasus COVID-19 di 60 wilayah Otoritas Inggris dilaporkan terjadi akibat mutasi dari virus jenis baru ini. Inggrispun melakukan lockdown untuk penguncian wilayah selama perayaan musim dingin dan tahun baru ini karena mutasi virus sudah berada di luar kendali.

Borish Johnson (Perdana Menteri Inggris) mengatakan, “Tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa vaksin akan menjadi kurang efektif terhadap varian baru. Para pakar kami akan terus bekerja untuk segera memberikan pengetahuan lebih lanjut. Jadi, kita akan mempelajarinya sambil berjalan. Namun, kami sudah paham bahwa kita harus mengambil tindakan saat ini juga.”

Matt Hancock (Menteri Kesehatan Inggris) mengatakan, “Virus varian baru ini tidak terkendali. Kita harus mengendalikannya. Satu-satunya cara untuk mengendalikannya adalah dengan membatasi kontak sosial. Orang-orang harus bersikap lebih bertanggungjawab dan bertindak sesuai aturan. Orang-orang harus benar-benar menjaga kontak sosial sebaik mungkin karena ini sangat berbahaya.”

COVID-19 membuat London mencekam. Mereka kini memiliki jumlah pasien rawat inap yang sama seperti puncak gelombang pertama pada bulan April 2020 lalu. Otoritas Inggris juga melaporkan kasus juga meningkat pesat diantara mereka dengan rentang usia 10-19 tahun.

Apa itu Mutasi Virus Corona?

Mutasi virus Corona merupakan perubahan varian virus yang mengalami perubahan pada bagian “Protein Spike” di permukaan virus.

Baca juga :  WORKPLACE STRESS

Mutasi ini sebenarnya sudah dilaporkan Inggris sejak September 2020 lalu, namun jumlahnya terus bertambah hingga pada Desember ini 60% dari setiap kasus baru infeksi corona di Negeri Elisabeth itu berasal dari serangan virus mutant.

Mutasi Virus Corona di Inggris

SEPTEMBEROKTOBER DESEMBER
Sudah ada laporan ditemukan mutasi virus corona di InggrisMutasi Virus SARS-2 ditemukan pada 1/4 kasus baru di InggrisVarian virus mutan ditemukan pada 60% kasus baru di Inggris. Borish Johnson perketat pembatasan aktifitas sepanjang tahun baru dan musim dingin

Dari pengambilan sampel di kawasan Inggris dan sekitarnya ditemukan bila hampir semuanya infeksi virus mutasi berada di Inggris. Tetapi ada juga kasus yang ditemukan di Skotlandian dan Denmark.

Negara Eropa seperti Belanda, Perancis, Jerman, Italia, Belgia, Austria, Irlandia dan Bulgaria telah mengumumkan larangan perjalanan dari dan menuju Inggris. Larangan juga diterapkan di luar benua biru seperti Kanada dan Israel usai inggris memberlakukan pembatasan wilayah tingkat 4 di sejumlah wilayah imbas penyebaran varian baru COVID-19.

Bicara soal Belanda, yang menghentikan penerbangan dari Inggris hingga 1 Januari 2021 lantaran pengambilan sampel di Belanda awal bulan ini menunjukkan ada varian baru virus corona yang sama seperti yang ditemukan di Inggris.

Tanggapan WHO tentang Mutasi Jenis Baru COVID-19

Meski terdengar menyeramkan, namun menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO) mutasi virus corona bukanlah hal baru. Virus varian baru ini serupa dengan mutasi yang ditemukan di sejumlah negara dalam beberapa bulan belakangan. WHO siap meneliti lebih jauh mutasi virus untuk mengenali perilaku dan penanganan virus

Maria Van Kerkhove (Kepala Teknis Kesehatan Darurat WHO) mengatakan, “Sampai kini, kami tidak menemukan perubahan pada sifat virus, namun ada beberapa riset yang tengah dilakukan. Jadi, hal yang penting adalah para peneliti dari Afrika Selatan dan Inggris karena ada bentuk mutasi lain yang ditemukan di Inggris, ada mutasi yang terjadi di negara lain. Ada suatu sistem yang diterapkan. Ada proses untuk mengevaluasi setiap mutasi dari masing-masing varian ini sehingga kami dapat memahami apa maknanya terhadap sifat virus.”

Bagaimana Efektifitas Vaksin terhadap Varian Jenis Baru COVID-19?

Mutasi virus corona membuat efektifitas vaksi COVID-19 yang dikembangkan ilmuan menjadi pertanyaan. Duniapun menjadi belum bisa beristirahat tenang karena petaka corona. Ekspektasi lepas dari COVID-19 di tahun 2021 saat ini penuh harap cemas. Bisakah roda ekonomi dunia menjadi bergulir lebih cepat di tahun depan atau pemulihan ekonomi hanya akan menjadi asa yang kandas?

Jangan lupa berdo’a dan terus berikhtiar pencegahan dengan mematuhi protokol sebagaimana pemerintah terapkan. Semoga Allah subhanahuwata’ala segera mengangkat wabah ini dari Indonesia dan seluruh dunia. aamiin


Source :
Bekiempis, M. S. (2020, December 25). US reports its first known case of new UK Covid variant. Retrieved December 25, 2020, from The Guardian: https://www.theguardian.com/world/2020/dec/29/us-first-case-new-uk-covid-variant

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.