CINTA TUMBUH SEBELUM WAKTUNYA

Nuramei
Latest posts by Nuramei (see all)

Perihal kelopak mata menyilakan pandangan meraba segala aroma
Setelah terbangun dari mimpi-mimpi bahagia
Seperti kisah tanah dengan bunga tanpa buah, bukan tentang apa dan siapa, tetapi bagaimana keduanya merasa nyaman bersama

Bersamaan terangkainya berbagai harapan dalam doa
Terejawantah tanya tentang waktu dan alasan, “Sampai kapan hanya akan berangan saja?
Mengapa tak mulai merawat untuk nantinya?”

Senyum kemudian bertahta
Menuntun pada jarak lebih jauh masanya
Pupil pun ikut tumbuh, merebut gemuruh suara tawa
Nanti ternanti usah membabi buta
Mestinya adalah kapan diberi tepatnya
Ia tau belum ada kesanggupan merawat, mengapa?!”

Pupil mengerucut sebentar, bukankah hidup milik-Nya?
Sedikit angin berbisik tentang hikmah-Nya
Tidak mesti bersama kini ataupun nanti, tetapi benih titipan-Nya mesti menjadi buah surga bukan neraka!
Surga ternanti ialah kebahagiaan dunia
Tak sulit tergapai bila tidak menuntut apa-apa
Jangan bersusah hati, tetapi syukurilah agar tak mendapat siksa
Nikmati keindahan merekah warna-warni bunganya
Hingga masa akan datang, harus mulai diseriusi bersama
Meski tak searah, namun dengan tujuan yang sama

Baca juga :  EROS: HITAMNYA JENDELA DAN MEWAHNYA SINGGASANA

Angan terhenti ketika pandangan buram oleh cahaya
Kekhawatiran masa depan menghantui kesediaan tanah berterima
Akankah baik-baik saja, sementara belum lagi terpupuk luar biasa?

Mulai terangkum segala aroma
Sudahi segala tanya
Baik bersigap diri menjalankan perintah dan menjauhi larangan-Nya
Agar rida selalu meliputi tiap bahagia

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.