MENANGKAP CINTANYA ALLAH

Shafiyyah Zahra Mustanir
Latest posts by Shafiyyah Zahra Mustanir (see all)

Dunia ini sandiwara. Sebenarnya, kata pembuka itu belum titik, tetapi ada penjelasan panjang tentangnya. Dunia ini bukan benar-benar sandiwara, yang ketika dilakukan lalu hilang begitu saja. Oh, tentu tidak!

Dunia itu memang akan binasa. Namun, yang terjejak dalam kata, pikiran, rasa hingga perbuatan akan terekam abadi dalam balutan dosa ataukah pahala. Tentu semua tergantung pada arah perbuatanmu, apakah sejalan dengan cinta-Nya atau justru menyelisihi-Nya!

Benar bisikmu, bahwa tak ada manusia yang tanpa dosa. Namun, banyak loh manusia yang full dosa tanpa pahala. Nah, loh! Serem amat!

Manusia yang di hati, pikiran, lisan, dan amalnya tanpa ada nama Allah Subhanahu wa ta’ala. Iya betul. Sehebat apa pun orang kafir, ia akan hampa di hadapan Allah Subhanahu wa ta’ala. Namun, jika mereka tobat dan memilih menjadi mualaf maka segala salah dan alpa akan dihapus bersih tanpa dosa. Masyaallah, betapa adilnya Allah Subhanahu wa ta’ala.

Maka jelaslah, jika muara cinta yang sejati itu adalah Allah Subhanahu wa ta’ala sebab segala muara yang terindera, terasa, terdengar, bahkan tergenggam adalah Allah Subhanahu wa ta’ala. Semua adalah jejak Allah Subhanahu wa ta’ala. Hingga kita sadari bahwa di balik segala sesuatu ada pesan cinta-Nya.

Seakan semua sedang berbicara padamu duhai diri, “Lihatlah aku! Aku ada sebab Allah Subhanahu wa ta’ala yang mencipta hingga kamu bisa pakai aku untuk jalani hidupmu.” Rasakan rasaku, nikmat bukan? Inilah karya terbaik Allah Subhanahu wa ta’ala untukmu, supaya kamu bisa bahagia hidup di dunia ini dan tetap mensyukuri segalanya ini tetap dari Allah Subhanahu wa ta’ala.

Pandanglah aku, begitu elok nan mempesona, lengkap dengan warna dan wangi yang membuatmu tenang. Iya, kami ada dari Dia, Allah Subhanahu wa ta’ala yang menciptakan untukmu. Teruslah genggam Allah Subhanahu wa ta’ala dalam segala keadaan.

Jika belum bisa kau lihat Allah Subhanahu wa ta’ala dalam wajah semesta ini, apa perlu Allah Subhanahu wa ta’ala kirimkan bencana sebab ulah keserakahan manusia yang tak kenal kata cukup?

Baca juga :  ORANG LAIN DAN KITA, BERBEDA

Maka, cernalah betapa mudahnya Allah Subhanahu wa ta’ala datangkan banjir, gempa, gunung meletus, kebakaran, hingga kecelakaan lalu lintas darat, laut, dan udara. Apakah masih tak terlihat bahwa Allah Subhanahu wa ta’ala itu ada?

Manusia itu memang naif, terlalu bias dalam kebebasan yang membelenggu dan enggan dihempasnya! Padahal, di tiap detik waktu yang mengikuti jejak manusia itu selalu ada pelukan Allah Subhanahu wa ta’ala membuka seluas-luasnya untuk semua manusia, untuk muslim khususnya! Bahkan, cinta Allah Subhanahu wa ta’ala padamu tanpa tanding.

Kau belum melakukan kebaikan, jika telah tebersit untuk berbuat baik maka Allah Subhanahu wa ta’ala perintahkan malaikat untuk mencatatnya sebagai pahala. Lalu, saat kau jadi mengerjakan kebaikan itu tercatat lagi sebagai pahala. Artinya, pahala kita dobel.

Berbeda cerita jika perkara keburukan bin kejahatan. Jika tebersit untuk melakukan kemaksiatan atau menyelesihi Allah Subhanahu wa ta’ala maka Allah Subhanahu wa ta’ala akan melarang malaikat untuk mencatatnya dan berharap manusia tak akan melakukan itu. Hingga ketika memang manusia tetap melakukan kemaksiatan itu, barulah dicatat sebagai satu dosa. Lalu, Allah Subhanahu wa ta’ala terus berharap manusia akan bertobat hingga dosa itu akan menjadi putih alias hilang sebab air mata tobat itu telah hadir dalam diri. Masyaallah, baiknya Allah Subhanahu wa ta’ala pada manusia, khususnya seorang muslim.

Duhai diri yang lalim, benarkah kau tinggalkan Allah Subhanahu wa ta’ala saat kau merasa mampu kerjakan agenda kehidupanmu?

Duhai diri yang serakah, pantaskah kamu menyalahkan Allah Subhanahu wa ta’ala jika takdirmu tak sesuai harapmu?

Duhai diri yang tak tahu diri, benarkah kau merasa dunia adalah segalanya, sementara akhirat seakan kau lupa dengan sengaja?

Duhai diri yang salah, sadari bahwa tanpa Allah Subhanahu wa ta’ala kau tak akan bisa melakukan apa pun, bahkan sekadar membuang ludah pun tak bisa. Apakah pantas kau abaikan Allah Subhanahu wa ta’ala dan aturan-Nya?

Padahal, semuanya ada untukmu, segalanya tercipta untukmu dan akhirat pun diciptakan sekali lagi untukmu!

Termasuk bulan mulia Ramadan hadir sebagai hadiah untukmu. Segalanya dilipatgandakan menjadi 700kali. Kau terbayang betapa maha baiknya Allah Subhanahu wa ta’ala padamu. Lantas, masih enggankah dirimu menuliskan surat cintamu pada-Nya? Masih malulah dirimu untuk tobat dan mengejar ketertinggalannya kita dalam kebaikan dan taat total pada Allah Subhanahu wa ta’ala? Apakah tak ada secercah cahaya itu di hatimu? Aku yakin banyak, hanya kau saja yang menunda.

Sudahlah, seberapa lamanya dirimu, aku akan tunggu kamu. Kita bersama-sama berlomba dalam rida Allah Subhanahu wa ta’ala dalam ketaatan dan dalam kebaikan … maka dunia adalah tempat bersandiwara yang sejati. Begitulah pesanku untukmu.

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.