WORKPLACE STRESS

Triyana Puspa Dewi
Follow me
Latest posts by Triyana Puspa Dewi (see all)


Kehadiran seseorang dalam dunia kerja tentu memiliki alasan dalam memilih pekerjaan mana yang akan digeluti. Kesesuaian dengan minat, upah yang menjanjikan, masa pensiun yang terjamin, serta berbagai alasan lain dapat membuat seseorang bertahan menjalaninya. Apapun pekerjaannya, pasti menuntut tanggung jawab dan konsistensi dalam menyelesaikan target. meskipun berbagai tantangan di tempat kerja dapat memacu tumbuhnya motivasi dan inovasi, tidak dapat dipungkiri bahwa berbagai tuntutan juga dapat meningkatkan risiko stres akibat pekerjaan.
Stres kerja timbul sebagai respon seseorang ketika dihadapkan pada tuntutan dan tekanan kerja yang tidak sesuai dengan pengetahuan dan kemampuan kerja serta menuntut kemampuan untuk dapat menghadapinya (1). Stres kerja menjadi respon fisik dan emosional yang membahayakan kesehatan dan menimbulkan kejadian injuri ketika menghadapi pekerjaan yang tidak sesuai dengan kemampuan, sumber daya serta kebutuhan pekerja (2,3).

APA PENYEBABNYA?

Kemunculan stres kerja dikaitkan dengan kondisi yang kurang baik pada organisasi kerja (cara merancang dan sistem kerja serta pengelolaannya), desain kerja (proses kerja dan kontrol), serta manajemen kerja yang tidak memuaskan (1). Keterbatasan dukungan dari rekan kerja dan supervisor juga menjadi kendala pencetus stres kerja (1,4,5).

BAGAIMANA CARA MENGENALINYA?

Ketika mengalami stres, otak mempersepsikan ancaman dan fight or flight response sebagai pemicunya diikuti dengan reaksi kimia tubuh meliputi pelepasan adrenalin yang berpotensi menimbulkan ancaman bagi kesehatan (6). Berikut gejala yang perlu dikenali.
a. Fisik:, tekanan darah meningkat, telapak tangan berkeringat, dada sesak, nyeri dada, keram perut, mual, gemetar, gangguan tidur, kelelahan, gatal, mudah kaget dan pelupa. Selain itu, gejala jantung berdebar kencang, nyeri otot, sakit kepala juga menjadi gejala umum kemunculan stres (5,6)
b. Pikiran: mudah kosong, kurang detail, kehilangan percaya diri, kesulitan mengambil keputusan
c. Perilaku: menolak bersosialisasi, peningkatan konsumsi alkohol dan obat, perubahan nafsu makan, mudah marah, kesulitan mengatur waktu kerja yang berlebihan, tidak memiliki cukup waktu beristirahat
d. Perasaan: iritatif, mudah marah, depresi, sulit istirahat, cemas, mudah panik, mudah menangis (6,7)

Baca juga :  HIKMAH ILMIAH PUASA

APAKAH ANDA SEDANG MENGALAMI GEJALA DI ATAS? JANGAN ABAIKAN HINGGA SEMAKIN PARAH

Gangguan kesehatan yang mengancam akibat stres berhubungan dengan peningkatan insiden penyakit kardiovaskular berupa serangan jantung (2,8). Upaya mengontrol stres dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut (9):
a. Menyampaikan stres yang dirasakan terutama dengan orang yang berada pada ranah pekerjaan yang sama (5,9).
b. Menemukan dukungan sesama rekan kerja pada waktu istirahat dengan menjauhkan diri sementara waktu dengan sumber stres yang berasal dari lingkungan kerja (7,9).
c. Latihan/olahraga untuk menurunkan adrenalin dan kortisol serta meningkatkan endorfin sehingga tidak terlalu lelah dan meningkatkan energi yang positif (7,9).
d. Melakukan hobi dapatmemberikan kesempatan bagi pikiran untuk fokus dalam mengerjakan hal yang disenangi (9,10).
e. Latihan nafas dalam dapat membantu oksigen mencapai otak dan menstimulasi penurunan stres melalui penurunan denyut jantung, tekanan darah dan ketegangan otot (5,7,9).
f. Mencari bantuan profesional diperlukan ketika stres sudah tidak dapat diselesaikan secara mandiri (5,9).

Referensi:


  1. World Health Organization. Occupational health: Stress at the workplace [Internet]. Occupational Health. 2020 [cited 2021 May 27]. Available from: https://www.who.int/news-room/q-a-detail/ccupational-health-stress-at-the-workplace
  2. Centers for Disease Control and Prevention. Stress…At work. Columbia: U.S Department of Health and Human Services; 2014.
  3. International Labour Organization. Workplace Stress: A collective challenge. Italy: International Labour Organization; 2016.
  4. Johan S, Sarwar H, Majeed I. To Identify the Causes of Stress among Nurses Working in Intensive Care Unit of Ittefaq Hospital Lahore. Int J Soc Sci Manag. 2017;4(2):96–109.
  5. National Health Scotland. Beat stress at work [Internet]. Stress. 2020 [cited 2021 Jun 5]. Available from: https://www.nhsinform.scot/healthy-living/mental-wellbeing/stress/beat-stress-at-work
  6. Royal College of Nursing. Stress and you. Job Design. London: Royal College of Nursing; 2015.
  7. Watson T. Stress at workplace [Internet]. Stress. 2019 [cited 2021 Jun 5]. Available from: https://www.healthnavigator.org.nz/health-a-z/s/stress-at-work/
  8. The American Institute of stress. Workplace Stress [Internet]. 2020 [cited 2021 Jun 5]. Available from: https://www.stress.org/workplace-stress
  9. Androus AB. How to Manage Your Stress as a Nurse [Internet]. RegisteredNursing.org. 2020 [cited 2021 May 28]. Available from: https://www.registerednursing.org/articles/how-manage-stress-nurse/
  10. Adzakpah GD, Laar AR, Fiadjoe HS. Occupational stress among nurses in a Hospital Setting in Ghana [Internet]. 2018 [cited 2021 Jun 5]. Available from: https://oatext.com/Occupational-stress-among-nurses-in-a-Hospital-Setting-in-Ghana.php#Referensi:
Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.