Hiperbola Euforia

3
1
Dewi Oktavianawatie
Latest posts by Dewi Oktavianawatie (see all)

Batas persepsi antara aku dan kamu yang bukan lagi kita
Tepuk tanganmu riuh serenyah kunyah krupuk yang baru digoreng
Senyummu mengembang jelas tanpa malu-malu ataupun segan
Langkahmu makin lebar seraya kepalamu mendongak

Kau timbun seolah gaya pikirmu hanya di ubun-ubun
Kau tumpuk segala merk seolah tak kau hiraukan sorak keluh campur aduk
Lalu dengan nada ringan kau berangan meraup keuntungan
Seratus ribu….dua ratus ribu…lima ratus ribu…bahkan jutaan rupiah kau teriakkan
Hanya untuk sekotak penutup muka
Kesenanganmu hanya milikmu sendiri tanpa melihat ruang nyata

Kondisi semakin mencekam sisi lain
Sementara kau masih dengan ueforia yang terlalu hiperbola
Mengalibikan situasi seolah kau peduli yang lain
Hingga semua makin asing
Keterasingan yang tak bias diperhitungkan kapan terhenti

Hentikan keangkuhan dalam pongahmu
Jangan berdendang antara kami yang tengah meradang
Agar luka tak terus menganga
Harusnya bersama berperang melawan corona
Membahu dalam satu melepas mata rantai sebarannya
Hingga akhirnya aku, kamu, mereka tak lagi dalam keterasingan

Lumajang, 09042020

Facebook Comments
Baca juga :  GOOD NIGHT

Leave a Reply

Your email address will not be published.