2 ANAK TERLUKA, 14 RUMAH RUSAK BERAT SETELAH DISERANG 3 MISIL BALISTIK DAN 3 DRONE PENGHANCUR YANG MENARGET KERAJAAN ARAB SAUDI

Ns. Satya Putra Lencana RN
Follow me

Juru bicara resmi Kementerian Pertahanan di Arab Saudi, Brigadir Jenderal Turki Al-Maliki, mengumumkan bahwa Pertahanan Udara Saudi mencegat dan menghancurkan 3 rudal balistik dan 3 drone jebakan yang diluncurkan oleh milisi Houthi menuju Provinsi Timur, Jizan, dan Najran.

Dia menjelaskan bahwa pertahanan Saudi mencegat dan menghancurkannya pada 21:32 waktu Saudi pada tanggal 4 September (Sabtu) sebuah rudal balistik yang diluncurkan oleh milisi Houthi dari Sanaa (Yaman) menggunakan objek sipil menuju wilayah timur Kerajaan.

Menurut penduduk lingkungan King Fahd dan sekitarny mendengar ledakan sekitar 21:30 pada hari Sabtu. Koalisi mengumumkan intersepsi dan menggagalkan serangan balistik berlawanan terhadap provinsi Timur di Kerajaan.

Brigadir Al-Maliki menyatakan bahwa proses intersep menyebabkan pecahan peluru bertebaran di sekitar lingkungan (Pinggiran Kota Dammam), yang mengakibatkan seorang anak laki-laki dan perempuan Saudi terluka, dan 14 rumah penduduk rusak ringan.

Sementara itu, sumber menginformasikan bahwa fasilitas ARAMCO tidak terpengaruh oleh serangan rudal balistik yang menargetkan wilayah Timur Kerajaan.

Baca juga :  PENANTIAN PANJANG KE ARAB SAUDI

Pada Sabtu dini hari, Koalisi Arab mengumumkan pencegatan dan penghancuran drone jebakan yang diluncurkan oleh Milisi Houthi menuju Khamis Mushait. Pada pukul 19.00, pertahanan udara Kingdom mencegat dan menghancurkan 3 drone jebakan yang menuju ke Kerajaan

Beberapa saat setelah serangan sebelumnya, koalisi untuk mendukung legitimasi mengumumkan bahwa pertahanan Saudi telah mencegat rudal balistik yang diluncurkan ke arah Najran, serta rudal balistik lain yang diluncurkan ke arah Jazan

Al-Maliki menambahkan bahwa perilaku biadab, barbar dan tidak bertanggungjawab oleh milisi Houthi dalam upaya menargetkan warga sipil dan objek sipil tidak sesuai dengan nilai-nilai surgawi dan prinsip-prinsip kemanusiaan.

Dia menyoroti bahwa Kementerian Pertahanan akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan dan pencegahan untuk melindungi tanah dan kemampuannya untuk menghentikan serangan bermusuhan dan lintas batas tersebut untuk melindungi warga sipil dan objek sipil, sesuai dengan hukum humaniter internasional dan hukum adat kebiasaan.


Source : LOA

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.