7 Strategi Awal Menuntaskan Menulis Buku

Nuramei
Latest posts by Nuramei (see all)

Dalam dunia literasi,tidak sedikit pegiat literasi mengidam-idamkan bisa menulis dan menuntaskan naskah buku. Barangkali kamu salah satunya. Ada yang bilang menulis tidak butuh motivasi, yang kamu perlukan untuk bisa menuntaskan buku adalah konsistensi. Benarkah demikian? Berikut ini dikupas bagaimana kamu menyusun strategi untuk dapat menuntaskan naskahmu menjadi sebuah buku.

Niat dan Komitmen
Niat menjadi hal yang urgen agar bisa mengikat diri dengan apa yang akan dikerjakan. Dengan niat yang kuat komitmen yang baik akan terbentuk. Bagaikan sebuah rumah, Niat merupakan bahan dasar dalam membangun pondasi. Saat pondasi ini kuat, maka kokohlah bangunan tersebut. Maka, langkah utama yang harus kamu lakukan adalah menentukan tujuan menulismu. Misalnya kamu membuat komitmen dengan diri sendiri sebagai jalan memanfaatkan potensi yang ada dititipkan Tuhan. Selain itu contohnya ingin mendapatkan penghasilan tambahan, dan lain sebagainya.

Tujuan Menulis
Strategi kedua yakni ketahui pasti apa yang menjadi tujuan menulismu. Perbedaan dengan langkah pertama adalah mematenkan tujuan menulis lebih ke ranah eksternal dari mengapa kita ingin menulis, sedangkan niat menjurus ke arah internal diri. Misalnya, seperti menulis dan mampu menerbitkan buku solo bagimu sebagai wujud membahagiakan kedua orang tua. Contoh lainnya kamu ingin menulis untuk membagikan pengetahuan kepada orang lain terkait ilmu yang dimiliki. Dari tujuan ini pula akan mengantarkan kamu memiliki gambaran terhadap tema apa yang akan kamu tulis. Tulislah tema yang menurutmu konsep tersebut benar-benar menuasainya. Jika menurutmu itu terlalu sederhana, jangan khawatir, karena sesungguhnya semua ide tulisan mempunyai nilai berharga.

Membuat Kerangka Tulisan
Jika niat merupakan bahan campuran dari pondasi, tujuan menulis bak bayangan dari apa yang akan kamu tulis, maka kerangka tulisan layaknya membuat pola rumah yang akan kamu bangun. Pada tahap ini kamu sudah memiliki pegangan terhadap gambaran keseluruhan naskahmu, meskipun tidak menutup kemungkinan pada proses penulisan terdapat beberapa bagian yang berubah dari rencana awal. Pada strategi membuat kerangka tulisan ini tuliskan judul perbab serta deskripsi singkat hingga pada bab akhir yang sudah kamu tentukan sebelumnya pada tujuan menulismu.

Metode Hadiah dan Hukuman
Strategi keempat ini melibatkan sebuah metode yang disebut menghadiahi dan menghukum diri sendiri. Metode ini diterapkan dengan tujuan menjaga komitmen menulis. Metode hadiah dan hukuman yaitu perjanjian yang kamu buat dengan diri sendiri, jika berhasil menuntaskan naskah maka sebutkan dan tulisla hadiah apa yang akan kamu suguhkan pada dirimu sendiri, sebaliknya, jika tidak dapat menuntaskan naskah, hukuman yang akan kamu jatuhkan pada dirimu sendiri. Tulislah masing-masing minimal sepuluh. Hal terpenting buatlah hukuman seberat mungkin sehingga benar-benar menjadi pendorongmu menuntaskan naskah.

Konsisten dalam Menulis
Bagi sebagian orang tahap inilah yang paling sulit dijalani. Namun, semoga itu bukan kamu setelah membaca tulisan ini. Keempat strategi yang sudah ada di atas menjadi dasar untuk memacu dirimu lebih konsisten menulis. Benar memang, moody, jenuh, malas, dan seabrek tantangan lain terkadang benar-benar berhasil membunuh komitmen kita, akan tetapi dengan konsisten menentukan target menulis akan membantumu mengatasi lingkaran setan tersebut. Buatlah target berapa lama tulisan tersebut selesai. Misalnya saja, kamu memiliki target menulis buku 20 bab dengan jumlah minimal 100 halaman dalam waktu 20 hari, maka jadwalkan untuk menulis minimal 5 halaman perharinya.

Tulis Ide-ide yang Tiba-tiba Muncul
Ide itu dapat muncul di mana dan kapan saja. Tidak dipungkiri bahkan saat berada di toilet ide itu bisa hadir dengan sendirinya. Ide yang muncul ini berpotensi menambah halaman pada naskahmu saat dikembangkan. Hal ini tentu saja akan memudahkan kamu dalam proses penyelesaian naskahmu. Oleh karena itu, cobalah untuk menuliskannya selama ide itu masih bersarang dalam kepalamu, karena jika bisa tiba-tiba muncul, maka dengan mudahnya pun dapat pergi tanpa pamit.

Manajemen Waktu
Manajemen waktu menulis mendukung kekonsistenan menulismu. Buatlah jadwal menulis pada waktu yang menurutmu dapat benar-benar fokus menulis. Misalnya pada pukul 04.00 – 05.00 pagi, yang mana saat itu pikiran masih fresh pun belum ada aktivitas berat yang dilakukan. Pada jam yang telah kamu tentukan tersebut, fokuslah hanya di depan naskahmu. Jangan membawa pikiran ke mana-mana agar mencapai 5 halaman dalam sehari (misalnya). Dengan begitu pasti tergat harianmu dapat terpenuhi.Jika dalam sehari kamu kelepasan menulis karena sibuk atau hal lainnya, cobalah untuk merapel pada hari selanjutnya agar target menulismu dapat terpenuhi sehingga kamu juga tidak perlu menghukum diri sendiri karena tidak menepati janji menuntaskan naskah tepat pada waktunya. Agr tidak memberatkan usahakan jangan menunda-nunda, ya.

Semoga bermanfaat 

Facebook Comments
Baca juga :  PENULISAN DIALOG TAG

Leave a Reply

Your email address will not be published.