Hiperbola Euforia

3 1 Batas persepsi antara aku dan kamu yang bukan lagi kitaTepuk tanganmu riuh serenyah kunyah krupuk yang baru digorengSenyummu mengembang jelas tanpa malu-malu ataupun seganLangkahmu makin lebar seraya kepalamu mendongak Kau timbun seolah gaya pikirmu hanya di ubun-ubunKau tumpuk segala merk se...

HUJAN

2 Kaki-kaki hujan memukuli kaca jendelaTIk … tak … iramanya menembus sukmaSeakan ia sedang menyuruhku menari bersamaSedang ku masih saja termangu menopang rasa Kaki-kaki hujan mengayun indahMengikuti arah angin menyirami bumiRanting kering mulai terbasahiButiran debu semakin menyatu dengan ta...

KEPASTIAN

Terkadang aku hanya butuh pengakuanMeski sering kau pastikanUntaian kata indah tak lebih meyakinkanDari pembuktian dengan perbuatan Sempat aku meniru langit abuYang ragu akan hujan atau terang lepas ituApakah salah bila sepintas dalam benakkuJika kedatanganmu tak lebih seperti debu Dan kini kuiji...

RAHASIA

Sudah berapa kali kita coba untuk menentangMampukah kau menghitung setara banyaknya bintang? Kita belum sehebat itu Kita menunduk ke arah mata angin berbedaKita hanya makhluk yg tak mampu mengubah warna tintaNya Yang tersisa hanya rahasia Dari sekian banyak cerita tersembunyiTerikat erat di sudut...

RUANG

Bagaimana kabarmu hari ini?Tak inginkah kau tahu bagaimana kabarnya hati?Selamat, kau telah berhasil memahatnya berulang kali Bukan, bukan kau yang salah melakukannyaTapi aku yang pernah mengijinkannyaAh, kini apa yang bisa kudapat setelahnyaMenyesal? Tentu saja tidak untuknyaKini bertumbuh lebih...

AKULAH SEA (LAUT)

Jikalau engkau kapalAku tidak ingin menjadi dermagaYang senantiasa kausinggahi lalu kau tinggal pergi Jikalau engkau kapalAku tidak ingin menjadi pelabuhan terakhirDi mana kau selalu menambatkan talimu untuk waktu yang lebih lama di antara pelabuhan lainnyaKemudian, kau berlalu lalang lagi dan ke...

TRAFFIC LIGHT

2 Merah …Warnamu memang beraniYang membuat tekad tiada hentiSebab membaranya berapi-apiHingga angan seakan terbuaiTentang apa pun yang selama ini menghantuiKini kian mencoba menantang diriMembuang yang tak pastiDengan harap semua akan terkendali Kuning …Setelah berhentiKini wajib berhati-hati...

MEMOAR WAKTU

Sudut taman, kota kenang bersama remang-remangLenteraku hilangSecepat itu beranjak meninggalkanSengaja melupakanMenelan jejak harapan masa depan Permainan rindu memoar waktuDimensi kepergianmu membisuHasrat pun tak sudi menghidu rinduRinduku tersapuLesu, wajah kauselimuti debu Deringmu hempaskan ...